Kondisi rumah relokasi bagi 89 keluarga Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo yang terdampang pembangunan Waduk Bendo, Rabu (20/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Kondisi rumah relokasi bagi 89 keluarga Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo yang terdampang pembangunan Waduk Bendo, Rabu (20/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 3 Januari 2018 23:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

INFRASTRUKTUR PONOROGO
Warga Bendo Tolak Tempati Rumah Relokasi Meski Sempat Kebanjiran, Ini Alasannya

Warga terdampak proyek Waduk Bendo Ponorogo tidak mau menempati rumah relokasi karena belum ada listrik dan air bersih.

Solopos.com, PONOROGO — Warga Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, berkukuh untuk tetap tinggal di rumah mereka meski pada Selasa (2/1/2018) malam lalu diterjang banjir. Mereka enggan menempati rumah relokasi yang telah dibangun pemerintah setempat karena fasilitasnya belum lengkap.

Ketua Paguyuban Bendo Manunggal, Miranto, mengatakan warga masih memilih tinggal di rumah lama mereka di kawasan proyek pembangunan Waduk Bendo. Padahal Selasa lalu rumah mereka sempat terendam air hingga mencapai 1,5 meter.

“Kami akan tetap di sini. Sampai semua kesepakatan jelas,” kata dia, Rabu (3/1/2018). (Baca: Warga Terdampak Waduk Bendo Diminta Segera Tempati Rumah Relokasi)

Miranto menyampaikan rumah relokasi dari pemerintah memang sudah selesai dibangun. Tetapi, sampai saat ini fasilitas di rumah tersebut belum lengkap seperti listrik dan air bersih.

Menurut dia, warga Bendo sebenarnya tidak sulit untuk diajak pindah ke rumah relokasi. Namun, mereka meminta fasilitas di rumah tersebut harus dilengkapi terlebih dahulu.

Dia menyebut beberapa kesepakatan yang harus dipenuhi yaitu sertfikat tanah dan bangunan juga harus diberikan terlebih dahulu. Selain itu, warga juga belum memiliki biaya bongkar dan angkut bangunan rumah lama.

“Lahan ganti pertanian di lokasi baru juga belum ditata dan masih berwujud hutan,” jelas dia. (Baca: Kampung Dekat Waduk Bendo Kebanjiran, 93 Warga Diungsikan)

Selama kesepakatan tersebut belum jelas dan belum terealisasi, warga akan terus bertahan di rumah lama. Mengenai banjir yang menerjang kampungnya, dia mengaku tidak khawatir karena selama ini warga meyakini bencana itu murni disebabkan pembangunan proyek waduk.

Apalagi sungai di Dusun Bendo sejak adanya proyek itu tidak berfungsi lagi. “Sini ada sungainya kemudian tertimbun tanah dan terowongan itu juga tidak mampu menampung air sungai,” kata Miranto.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, Sumani, mengatakan pengungsi akan menempati pengungsian untuk sementara waktu sampai pembersihan rumah dan lingkungan mereka. Diperkirakan warga berada di pengungsian selama dua hari sampai cuaca benar-benar membaik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dusun Bendo diterjang banjir pada Selasa malam. Akibatnya seluruh warga dusun itu diungsikan di lokasi yang lebih aman.

 

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….