Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (JIBI/Solopos/Dok.) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 3 Januari 2018 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Gubernur Jateng Ingin Pendidikan Budi Pekerti Dikembalikan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginginkan Pendidikan Budi Pekerti kembali diajarkan di semua tingkatan sekolah.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan keinginan Pendidikan Budi Pekerti kembali diajarkan di semua tingkatan sekolah. Menurutnya, mata pelajaran itu dibutuhkan untuk membentuk karakter generasi penerus yang baik.

“Saya minta Pendidikan Budi Pekerti dihidupkan kembali, belajar menghormati guru, menghormati sesama, menghormati tetangga, dan menghormati teman. Ini sepele tapi saya sampaikan karena yang hadir saat ini dari kalangan pengajar,” katanya di Kota Semarang, Jateng, Selasa (2/1/2018).

Permintaan itu disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat upacara pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji pejabat fungsional serta penyerahan surat keputusan pengangkatan kepala SMAN, SMKN, dan SLBN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng. Tercatat ada 140 pejabat yang dilantik dengan perincian 106 kepala sekolah, 33 pejabat fungsional, dan satu susulan pejabat struktural.

Dalam sejarahnya, Pendidikan Budi Pekerti dihapuskan dan diganti dengan mata pelajaran yang dianggap lebih berguna bagi masa depan anak. Materi mata pelajaran itu selanjutnya disampaikan dan kemudian disisipkan dalam materi mata pelajaran lainnya oleh para guru.

Pada kenyataannya materi Pendidikan Budi Pekerti itu dari ke waktu dianggap tak fokus disampaikan kepada siswa jika hanya disisipkan dalam materi mata pelajaran lain. Padahal perubahan kurikulum pendidikan guna memunculkan kembali mata pelajaran Pendidikan Budi Pekerti bukan kebijakan pemerintah daerah, apalagi hanya kepala sekolah sebagaimana dilantik gubernur Jateng pada kesempatan itu.

Ganjar Pranowo lebih lanjut mengingatkan tantangan kalangan pendidik saat ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Khusus kepada para kepala sekolah dan pejabat fungsional yang baru dilantik, Ganjar lalu berpesan agar terus mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

“Saya dan Pak Wagub terus meniupkan semangat kejujuran, transparansi, akuntabilitas, dan belajar menolak gratifikasi. Jika ada pejabat yang dilantik ini bermain duit, silakan lapor langsung ke saya,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan agar para kalangan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov Jateng, terutama yang muslim untuk berzakat. “Dengan zakat, kita bisa membantu sesama, orang yang tidak bisa membayar uang sekolah, orang yang tidak bisa bayar biaya rumah sakit, orang yang ingin berusaha. Yang muslim jangan lupa berzakat, Insya Allah rezekinya bertambah,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….