Salah satu Al Quran yang menjadi barang bukti pembakaran di Masjid Al Iman, Siluwok Lor, Tawangsari, Selasa (2/1/2018). Barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Salah satu Al Quran yang menjadi barang bukti pembakaran di Masjid Al Iman, Siluwok Lor, Tawangsari, Selasa (2/1/2018). Barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 3 Januari 2018 17:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Dikejar Warga, Pelaku Pembakar Alquran Kibaskan Rok

Pelaku diduga alami gangguan jiwa.

Solopos.com, KULONPROGO–Pelaku pembakaran kitab suci Alquran di Masjid Al Iman, Dusun Siluwok Lor, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih mengibas-ngibaskan dan menyingkapkan rok, saat dikejar oleh salah satu warga. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, diketahui pelaku berjenis kelamin perempuan, berusia sekitar 20-25 tahun.

Warga yang melakukan pengejaran kepada terduga pelaku, Widi Mueri menuturkan sebelum mengejar, Widi menunaikan salat dzuhur terlebih dahulu. Kemudian seusai menunaikan salat, ia langsung mencoba mengejar perempuan yang terlihat berambut pendek, dan mengenakan rok warna pink tersebut. Karena sudah tertinggal agak jauh, Widi mengejar dengan mengendarai sepeda motor.

Baca juga : Polres Kulonprogo Buru Pelaku Pembakaran Al Quran

Dari jauh, saksi Widi melihat perempuan tadi menunjukkan gelagat aneh, yaitu mengibas-ngibaskan roknya sembari terus berjalan. Kemudian, saat ia dan pelaku hanya berjarak kurang lebih lima meter, perempuan tadi menyingkapkan rok yang dikenakan. “Lalu dia menggunakan roknya itu untuk mengusap wajahnya,” kata Widi, Selasa (2/1/2018) malam.

Widi menyatakan, saat melakukan tindakan itu, pelaku terlihat tidak mengenakan pakaian dalam. Wajah pelaku terlihat seperti penyandang gangguan mental.

Baca juga : Pelaku Pembakaran Al Quran di Pengasih Diduga Alami Gangguan Jiwa

“Saya mbatin, wah ini kayaknya orang gila, lalu saya balik [tidak lagi mengejar],” lanjutnya. Kapolres Kulonprogo Ajun Komisaris Besar Polisi Irfan Rifai mengatakan, aparat menduga pelaku mengidap gangguan kejiwaan. Kendati demikian, ia tidak bisa mengambil kesimpulan, karena masih dibutuhkan pemeriksaan secara medis. Saat ini, aparat masih fokus pada pencarian pelaku, serta meminta kepada Kepolisian Sektor Temon untuk turut ikut melakukan pencarian di wilayahnya. Pasalnya, diduga pelaku masih berada di wilayah Kecamatan Temon.

Baca juga : Puluhan Al Quran Ditemukan Terbakar di Kamar Mandi Masjid

“Nanti kalau sudah ketemu, pelaku akan kami bawa ke rumah sakit untuk diperiksa,” kata Irfan, Rabu (3/1/2018).
Hingga Rabu siang tadi, kondisi kamar mandi masjid masih seperti ketika Alquran diambil, yaitu terlihat bekas gosong di beberapa sisi kamar mandi. Namun, tidak lagi tercium aroma gosong atau kertas terbakar di sana seperti pada Selasa malam.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….