Ilustrasi kecelakaan. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kecelakaan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 3 Januari 2018 20:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

CATATAN 2017
98 Orang Meregang Nyawa Akibat Lakalantas Ngawi

Catatan 2017 menginformasikan tentang kecelakaan lalu lintas selama setahun lalu.

Solopos.com, NGAWI — Jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Ngawi selama tahun 2017 dinilai masih cukup tinggi yakni mencapai 744 kejadian.

“Dari 744 kejadian kecelakaan tersebut, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 98 orang, korban luka berat 91 orang, luka ringan 961 orang, dan kerugian material mencapai Rp1,193 miliar,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi AKP Rukimin kepada wartawan di Ngawi, Rabu (3/1/2018).

Dia menambahkan jumlah 744 kecelakaan tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 737 kasus kecelakaan.

Pada tahun 2016, jumlah korban meninggal dunia mencapai 132 orang, luka berat sebanyak 40 orang, luka ringan 954 orang, dan kerugian material sebesar Rp1,170 miliar.

Sedangkan untuk jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan menurun sedikit. Jika pada tahun 2016 jumlah kendaraan yang terlibat sebanyak 1.416 unit, pada tahun 2017 mencapai 1.398 unit.

Rukimin menjelaskan tingginya angka kecelakaan di wilayah Ngawi menjadi perhatian serius polres setempat. Sesuai hasil analisis dan evaluasi, kecelakaan yang terjadi di Ngawi disebabkan karena banyak faktor. Di antaranya yang paling dominan adalah karena faktor manusia dan prasarana jalan.

Kepolisian menilai sebagai daerah yang memiliki rentang jalan lurus terpanjang nomor dua di Jawa Timur, kondisi ruas jalan di Kabupaten Ngawi sangat buruk.

Sesuai aturan yang berlaku, tanggung jawab terhadap kecelakaan lalu lintas tidak hanya kepada pengemudi yang menyebabkan kecelakaan, tetapi juga ada tanggung jawab dari pihak penyelenggara jalan apabila kecelakaan disebabkan karena kondisi jalan yang tidak laik.

Untuk itu, Polres Ngawi akan intesif melakukan berbagai upaya guna menekan angka terjadinya kecelakaan di wilayah hukumnya. Di antaranya dengan melakukan perbaikan di sejumlah titik rawan kecelakaan dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara jalan.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….