Bus Limbersa asal Palembang yang masuk ke jurang di Dusun Lanteng, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Selasa (2/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Bus Limbersa asal Palembang yang masuk ke jurang di Dusun Lanteng, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Selasa (2/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 3 Januari 2018 20:40 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Bus Nahas Limbersa Masih Tertahan di Dalam Jurang

Bus belum bisa dievakuasi.

Solopos.com, BANTUL–Sopir bus Limbersa yang pada Selasa (2/1/2018) jatuh ke jurang sedalam 20 meter di ruas jalan Siluk-Panggang, Imogiri, Bantul hingga kini masih dirawat di rumah sakit.Adapun bus nahas itu hingga kini belum bisa dievakuasi.

Sopir 42 tahun itu diketahui bernama Beni Saputra. Saat ini dia masih dirawat di RS Nur Hidayah Bantul karena mengalami luka pada pinggang. Namun dalam kondisi sadar.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Korban yang dirawat di RS Nur Hidayah dan puskesmas mulai diperbolehkan pulang.

Namun badan bus masih terjebak di jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter. Dua crane dari Sabhara polda DIY tidak jadi mengevakuasi badan bus tersebut karena bus terlalu berat dan crane terlalu kecil.

“Juragan crane yang bernama Mbah Wir juga tidak berani mengevakuasi badan bus,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Bantul Ipda Moelyanto, Rabu (3/1/2018). Sampai saat ini badan bus belum dievakuasi dan masih menunggu solusi terbaik mengevakuasi badan bus dari jurang.

Baca juga : Begini Kronologi Bus Nahas Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bantul

Diberitakan sebelumnya, bus nahas asal Palembang yang menganggkut wisatawan dari pantai di Gunungkidul itu terjun bebas ke jurang sedalam sekitar 20 meter pada Selasa (2/1/2018) saat melintasi wilayah Bantul. Puluhan penumpang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas. Bus diduga mengalami kecelakaan karena pengemudi bus tidak hafal meda jalan yang curma dan berkelok.

Baca juga : Bus Mengangkut 30 Penumpang Terjun ke Jurang Sedalam 20 Meter

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….