Dua pelajar asal Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, pulang sekolah melewati tumpukan material di proyek pembangunan Waduk Bendo, Rabu (27/9/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Dua pelajar asal Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, pulang sekolah melewati tumpukan material di proyek pembangunan Waduk Bendo, Rabu (27/9/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 3 Januari 2018 16:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PONOROGO
Warga Dekat Waduk Bendo Diminta Segera Tempati Rumah Relokasi

Bencana Ponorogo, warga Kampung Bendo diharapkan mau menempati rumah relokasi.

Solopos.com, PONOROGO — Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menganggap kondisi Kampung Bendo di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, sudah tidak layak dijadikan tempat bermukim. Ipong meminta warga di kampung itu untuk mau segera pindah ke rumah relokasi yang telah dibangun pemerintah.

Hal ini dikatakan Ipong setelah bencana bajir menerjang Kampung Bendo pada Selasa (2/1/2018). Pada Selasa malam, satu-satunya kampung yang tersisa di proyek pembangunan Waduk Bendo itu diterjang banjir. Seluruh warga di kampung tersebut terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

“Iya, saya rasa kampung tersebut sudah berbahaya. Tadi malam hujannya ga lebat, tapi sudah banjir. Kalau hujan lebat terus bagaimana,” kata Ipong saat dihubungi Madiunpos.com, Rabu (3/1/2018).

Dia mengaku hal seperti ini yang dikhawatirkan ketika warga di kampung tersebut tidak segera berpindah tempat. Padahal, rumah relokasi bagi keluarga di kampung itu telah disediakan dan lokasinya tidak terlalu jauh. (baca: Kampung di Dekat Waduk Bendo Kebanjiran)

Ipong berharap setelah peristiwa itu terjadi warga Bendo mau untuk segera menempati rumah relokasi yang telah disiapkan.

Pada Rabu ini, kata dia, rencannya ada rapat lintas sektoral untuk membahas bencana banjir yang menerjang Dusun Bendo. Salah satu yang akan dibahas yaitu mempercepat pemasangan listrik PLN di rumah relokasi yang saat ini hampir selesai.

“PLN itu penting. Karena rumah relokasi itu secara fisik sudah siap tinggal menunggu listrik saja,” kata Ipong.

Saat ini 92 warga yang mengungsi telah dipindahkan ke kantor kecamatan. Bantuan juga mulai diberikan kepada pengungsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dusun Bendo diterjang banjir pada Selasa malam. Ada sebanyak 92 dari 42 keluarga di dusun tersebut yang diungsikan karena rumah mereka kemasukan air banjir.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….