Warga berfoto di area Taman Budaya Borobudur yang terletak di depan Terminal A Bandara International Adisutjipto, Rabu (20/9/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Warga berfoto di area Taman Budaya Borobudur yang terletak di depan Terminal A Bandara International Adisutjipto, Rabu (20/9/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 3 Januari 2018 22:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Begini Mewahnya Rancangan Taman Budaya Senilai Rp35 Miliar di Kulonprogo

Taman budaya berkapasitas lebih dari 600 orang.

Solopos.com, KULONPROGO–Pembangunan Taman Budaya Kulonprogo yang berada di Kecamatan Pengasih akan disempurnakan. Nantinya taman yang dibangun dengan dana sekitar Rp35 miliar itu akan berkapasitas lebih dari 600 orang.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Zahrom Asurawan mengungkapkan, di sana akan dibangun beberapa sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya teater terbuka, ruang pamer hasil karya seni dan pemagaran transparan untuk pengamanan. Kuasa penggunaan anggaran dipegang oleh Kepala DPU PKP Kulonprogo, namun Pejabat Pembuat Komitmen masih belum ditentukan.

Bangunan juga akan dilengkapi dengan penataan lampu, sistem suara, layar gedung utama, sisi setting panggung, dan lampu robyong berukuran besar untuk joglo. Selain itu, akan dilakukan penyempurnaan kawasan, berupa pos jaga satpam di lima titik dan pohon perindang.

“Gedung teater tertutup akan berkapasitas sebanyak 400 kursi, sedangkan teater terbuka sekitar 220 kursi,” kata Zahrom, Rabu (3/1/2018).

Ia menambahkan, tahapan pembangunan dimulai dengan rencana review anggaran, kemudian dilanjutkan dengan lelang fisik pada awal Maret. Pembangunan fisik konstruksi sedianya dilaksanakan pada April 2018. Harapannya pembangunan penyempurnaan itu akan selesai pada Desember 2018, kalau tidak ada penambahan dan persoalan yang membelit dalam penggunaan anggaran. Tinggal selanjutnya Taman Budaya dikelola dan dimanfaatkan di bawah naungan Dinas Kebudayaan Kulonprogo.

“Sekarang ini sisi lanskap bagian selatan sudah bisa digunakan. Sudah ada air bersih, kamar mandi, lengkap dengan sambungan listrik,” ujarnya.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo , Aji Pangaribawa meminta agar Taman Budaya dihiasi dengan ornamen-ornamen seni sebagai penunjang sebagai taman budaya. Ornamen itu berciri khas Kulonprogo, sehingga tidak polos dan dapat mengangkat potensi lokal yang berkembang di masyarakat.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….