Kunjungan PT KAI ke PT Inka Madiun (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Rabu, 3 Januari 2018 21:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

205.000 Wisatawan Kunjungi Kota Madiun Selama 2017, Wisata Minat Khusus Jadi Andalan

Tempat wisata minat khusus menjadi andalan Kota Madiun untuk menarik kunjungan wisata.

Solopos.com, MADIUN — Sebanyak 205.000 wisatawan mengunjungi Kota Madiun sepanjang 2017. Sebagian besar mengunjungi wisata minat khusus di kota tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kota Madiun, Agus Purwowidagdo, mengatakan Kota Madiun sebenarnya tidak memiliki tempat-tempat wisata seperti daerah lain. Hanya, di Kota Madiun ada sejumlah tempat yang kerap dikunjungi wisatawan minat khusus seperti PT Inka, PT KAI Daop VII Madiun, pabrik gula, dan bangunan-bangunan kuno.

“Pada 2017 ada sekitar 205.000 orang wisatawan dari domestik maupun mancanegara yang singgah di Kota Madiun,” kata dia, Selasa (2/1/2018).

Selain wisata minat khusus tersebut, kata Agus, banyak wisatawan yang datang ke Madiun karena tertarik melihat padepokan silat, makam kuncen, masjid kuna Taman, dan berbagai kegiatan kesenian yang secara rutin digelar Pemkot Madiun.

Dia menyampaikan konsep Kota Madiun memang bukan kota wisata tetapi kota perdagangan. Selain itu, tidak ada potensi alam yang bisa dijual kepada wisatawan.

Namun, dengan keterbatasan tempat wisata itu ternyata masih ada wisatawan yang berkunjung untuk menikmati tempat-tempat yang tidak ada di daerah lain seperti PT Inka dan pabrik gula. “Banyak komunitas dari dalam negeri maupun luar negeri yang datang ke Kota Madiun untuk melihat PT Inka maupun pabrik gula,” jelas dia.

Agus menyampaikan Pemkot Madiun berencana membangun museum pencak silat karena sejak dulu Madiun terkenal sebagai kampung silat. Ada sebelas perguruan silat di Madiun dan itu anggotanya tersebar di seluruh Indonesia.

Saat ini, dia baru berkomunikasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan dan masih mengumpulkan storyline untuk museum tersebut. “Ini masih mencari-cari ceritanya seperti apa. Itu yang sulit. Tahun ini kemungkinan masih mencari cerita tersebut,” jelas dia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pada 2018 target kunjungan wisatawan ke Kota Madiun tetap sekitar 200.000 orang. Tempat wisata andalan yaitu masih tempat-tempat khusus seperti pabrik gula, PT Inka, dan bangunan-bangunan kuna.

 

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….