Kepala Satpol PP Sragen Tasripin (dua dari kiri) bersama tim menyisir kompleks wisata religi Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Selasa (24/10/2017) malam. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Kepala Satpol PP Sragen Tasripin (dua dari kiri) bersama tim menyisir kompleks wisata religi Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Selasa (24/10/2017) malam. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 2 Januari 2018 23:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

WISATA SRAGEN
Target Pemkab Meleset, Gunung Kemukus Belum Benar-Benar Bersih dari Prostitusi

Upaya Pemkab Sragen membersihkan Gunung Kemukus dari praktik prostitusi dan kemaksiatan belum berhasil.

Solopos.com, SRAGEN — Praktik prostitusi dan kemaksiatan di objek wisata religi Gunung Kemukus, Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen, yang ditargetkan bersih pada akhir Desember 2017 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen meleset. Hingga awal Januari 2018, Pemerintah Desa Pendem mencatat praktik kemaksiatan masih tersisa 30%.

Persoalan pembersihan prostitusi dan kemaksiatan Gunung Kemukus itu sempat menjadi pembahasan serius dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang kerjanya, Selasa (2/1/2018). Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto, Asisten Sekretariat Daerah (Setda), Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen Dwiyanto, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen Tugiyono.

“Gunung Kemukus sekarang mati suri. Kalau mau lihat ayo lihat ke lokasi. Ya, target dari Bupati meleset. Mestinya bersih pada akhir Desember lalu. Tetapi sampai sekarang masih ada aktivitas kemaksiatan di Gunung Kemukus. Kalau 30% masih ada,” ujar Kepala Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen, Herdiana, saat dihubungi Solopos.com, Selasa siang. (Baca: Mulai 1 Oktober 2017, Pemkab Bersih-Bersih PSK dan Karaoke di Gunung Kemukus)

Herdiana menyampaikan jika dibandingkan sebelum ada tindakan Pemkab Sragen, praktik kemaksiatan memang saat ini sudah berkurang cukup banyak. Dia mengatakan masih beberapa warga binaan, termasuk para pengelola karaoke juga masih ada. Dia menilai penertiban oleh aparat belum begitu masif dan kurang konsisten.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Tasripin saat ditanya terkait evaluasi penertiban Gunung Kemukus tidak merespons. Sementara itu, Wabup Sragen Dedy Endriyatno saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa siang, juga memilih tutup mulut terkait rencana selanjutnya.

Dedy menyampaikan kondisi Gunung Kemukus sekarang sudah berkurang secara signifikan. Kemaksiatan di Gunung Kemukus sekarang sudah berkurang signifikan. Pemkab masih konsisten menata Gunung Kemukus menjadi wisata religi,” ujarnya seraya mengakui target pembersihan prostitusi dan kemaksiatan di Gunung Kemukus memang meleset. (Baca: Sering Gagal, Pemkab Ubah Strategi Pembersihan Prostitusi di Gunung Kemukus)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen Abdullah Affandi menyatakan MUI tetap mendukung komitmen Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk menutup prostitusi dan kemaksiatan di Gunung Kemukus. Abdullah menyampaikan praktik prostitusi itu menjadi sumber penularan penyakit HIV/AIDS di Sragen yang jumlah pengungkapan kasusnya terbanyak di Soloraya.

“MUI berharap Bupati Sragen tetap konsisten untuk menutup prostitusi dan kemaksiatan di Kemukus. Yang bisa menutup prostitusi dan kemaksiatan itu hanya pemerintah karena pemerintah yang memiliki aparat. Ormas [organisasi kemasyarakatan] berdasarkan undang-undang tidak bisa menutup,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….