Pengunjung memadati Taman Pelangi di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Minggu (31/12/2017) malam.Terdapat aneka lampion serta air mancur menari di Taman Pelangi tersebut. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Pengunjung memadati Taman Pelangi di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Minggu (31/12/2017) malam.Terdapat aneka lampion serta air mancur menari di Taman Pelangi tersebut. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 2 Januari 2018 10:45 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Bikin Penasaran, Taman Pelangi Jurug Sudah Dikunjungi 53.626 Orang

Wisata Solo, Taman Pelangi menjadi magnet bagi pengunjung ke TSTJ.

Solopos.com, SOLO — Adanya wahana baru Taman Pelangi di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Jika biasanya warga bertamasya ke Jurug untuk melihat binatang, maka pada momentum pergantian tahun mereka dimanjakan dengan hadirnya taman yang terdapat ribuan lampion beraneka bentuk dan air terjun menari.

Pihak TSTJ mencatat setidaknya ada 53.626 pengunjung yang mendatangi Taman Pelangi sejak resmi dibuka 21 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018. Bahkan, khusus malam pergantian tahun 2017, taman sengaja dibuka hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo, mengatakan pengunjung bisa menikmati ribuan lampion  berbentuk bunga-bunga kecil yang menghiasi hampir seluruh bagian di TSTJ.

Selain itu, terdapat pula sekitar ratusan lampion berukuran lebih besar dengan bentuk seperti naga dan hewan-hewan lain.

“Pengunjung juga bisa menikmati tontonan air mancur menari yang berada di tengah danau,” tutur dia, Senin (1/1/2017).

Pengunjung memadati Taman Pelangi Jurug menjelang malam pergantian tahun di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Minggu (31/12/2017) malam. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Pengunjung memadati Taman Pelangi Jurug menjelang malam pergantian tahun di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Minggu (31/12/2017) malam. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Momentum Tahun Baru 2018 juga menjadi berkah. Tahun baru sekaligus hari libur 1 Januari 2018 membuat TSTJ dibanjiri 21.138 pengunjung dalam sehari. Jumlah ini lebih banyak daripada tahun lalu yang tercatat 18.200.

Menurutnya, ini capaian yang luar biasa lantaran biasanya angka pengunjung yang datang ke Jurug saat libur hanya hitungan belasan ribu. Khusus Tahun Baru, tiket yang dikenakan untuk Solo Zoo sebesar Rp20.000 per orang, sementara Taman Pelangi Rp25.000 per orang.

“Saat Tahun baru ini pengunjung tembus 21.138 orang. Padahal tahun lalu hanya 18.200 di waktu yang serta event yang sama. Setelah ini harga normal, Senin-Sabtu Rp12.000 per orang, Minggu Rp15.000 per orang,” imbuhnya.

Hingga Senin sore, ribuan pengunjung memadati Jurug. Saat siang hingga sore parkir kendaraan bermotor memenuhi jalur lambat di sebelah utara dan selatan Jalan Ir Sutami di depan TSTJ. Bahkan, deretan mobil-mobil pengunjung ini berjajar di tepi jalan hingga menutupi halte Bus Solo Trans (BTS) di depan taman satwa tersebut. Sementara pelat mobil AD Soloraya masih mendominasi warga yang mendatangi Jurug.

Sementara itu, Direktur PT Cikal Bintang Bangsa selaku investor Taman Pelangi, Agung Riyadi, mengaku senang mendapatkan respons yang bagus dari masyarakat terkait atraksi baru di TSTJ. Ia sengaja mengoperasikan pertunjukan air terjun menari yang biasa beraksi tiga kali sehari yakni pukul 19.00 WIB, pukul 20.00 WIB, dan pukul 21.00 WIB menjadi lima kali khusus perayaan Tahun Baru,.

“Air terjun menari kami nyalakan setiap jam sekali, tapi khusus Tahun Baru kami putar lima kali. Malahan kami buka sampai dini hari tepat pergantian tahun,” kata dia. Dari hasil pantauannya ada sekitar lebih dari 8.000 pengunjung yang memadati Taman Pelangi saat Tahun Baru.

Sebenarnya, ia hendak mengadakan pertunjukan kembang api, tapi kemudian dibatalkan seiring imbauan Wali Kota Solo yang tak memperbolehkan adanya kembang api maupun petasan saat perayaan Tahun Baru. Alhasil, ia menggantinya dengan pertunjukan musik di panggung.

“Ke depan kami akan ikut semarakkan Imlek sampai Hari Valentine. Mungkin nanti lampionnya kami ubah sesuai tema yang diangkat. Harapannya kami bisa konsisten memberikan tontonan yang bagus bagi masyarakat,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung, Edy, mengaku mengajak keluarganya berbarengan adanya libur sekolah. Menurutnya, tak perlu jauh-jauh untuk bertamasya jika di Solo saja ada objek wisata seperti ini.

“ Kata tetangga saya bagus, makanya penasaran lalu ajak istri sama anak-anak ke sini,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….