Warga ber-selfie di lorong gang Pisang Bali, RT 004/RW 004, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, yang dicat warna warni, Senin (1/1/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Warga ber-selfie di lorong gang Pisang Bali, RT 004/RW 004, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, yang dicat warna warni, Senin (1/1/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Selasa, 2 Januari 2018 14:15 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

WISATA KLATEN
Warna Warni di Gang Pisang Bali Jadi Jujukan Selfie Anak Muda

Wisata Klaten, lorong gang Pisang Bali menjadi lokasi selfie.

Solopos.com, KLATEN — Lorong gang Pisang Bali, RT 004/RW 004, Tegalkepatihan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, belakangan menjadi populer. Badan jalan selebar 3 meter hingga tembok bangunan di sepanjang lorong gang yang dicat warna warni mengundang warga berdatangan untuk sekadar ber-selfie ria.

Seperti yang dilakukan Titik, Desy, Retno, dan Diana, empat sekawan asal Desa Palar, Kecamatan Trucuk yang berusia 20-an tahun. Bermodal ponsel layar sentuh, empat perempuan berhijab itu ber-selfie di berbagai lokasi dengan latar belakang jalan hingga tembok-tembok lorong gang. Kacamata hitam menjadi pelengkap para pemburu selfie itu untuk mendapatkan hasil foto maksimal.

Mereka mengetahui kabar tentang gang yang belakangan disebut gang pelangi dari media sosial Instagram. Memanfaatkan libur tahun baru, mereka mengunjungi gang yang berada di tepi Jl. Rajawali, Senin (1/1/2017). Bagi mereka, hasil foto di gang tersebut Instagramable atau cocok diunggah di Instagram.

“Kalau dicat seperti ini kelihatan bersih dan ini kreatif. Kalau saya inginnya banyak dikembangkan seperti gang ini untuk pariwisata di Klaten. Seperti di Semarang itu sudah ada [kampung warna warni] yang kini menjadi objek wisata,” kata Titik yang diiyakan teman-temannya.

Ketua RT 004/RW 004, Kelurahan Bareng, Sugeng Bawono, menuturkan warga dari berbagai daerah berdatangan untuk sekadar ber-selfie sejak pagi, siang, sore, hingga malam. Mayoritas warga yang datang merupakan kalangan muda.

 

Warga ber-selfie di lorong gang Pisang Bali, RT 004/RW 004, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, yang dicat warna warni, Senin (1/1/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Warga ber-selfie di lorong gang Pisang Bali, RT 004/RW 004, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, yang dicat warna warni, Senin (1/1/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Sebelum dicat, warga hanya lalu lalang di sepanjang lorong gang. Tembok-tembok bangunan bercat putih yang beberapa bagiannya berlumut dengan badan jalan beraspal.

Pengecetan dilakukan sekitar sebulan lalu dengan waktu pengecatan selama dua pekan. Badan jalan sepanjang 200 meter dicat dengan aneka warna berpola lingkaran.

Tembok bangunan dicat dengan beragam gambar dan tulisan seperti pemandangan alam, kampanye program KB, hingga kampanye antinarkoba dan HIV/AIDS. Selain dicat, tepi jalan di sepanjang lorong gang itu dihiasi dengan pot bunga yang berjumlah sekitar 80 pot.

Selain Gang Pisang Bali, beberapa lorong gang lainnya di Kelurahan Bareng juga dihias dengan cat warna warni serta pot bunga seperti gang Mujair RT 001/RW 009, Kampung Bareng Kidul.

Menghiasi lorong gang kampung dilakukan menggunakan dana hibah dari pemkab senilai Rp20 juta. “Untuk wilayah RW 004 yang ditunjuk di Gang Pisang Bali yang masuk wilayah RT 004,” kata Sugeng.

Ia berharap bantuan itu terus bergulir pada tahun depan untuk melanjutkan pengecatan di seluruh lorong gang. Melalui bantuan itu, kampung-kampung di wilayah perkotaan bisa menjadi objek wisata dengan sebutan kampung warna warni.

Ketua Paguyuban RW Kota Klaten, F.X. Setyawan, mengatakan ada 103 RT di 10 kelurahan Kabupaten Klaten mendapatkan bantuan masing-masing senilai Rp20 juta. Bantuan untuk tamanisasi itu dimaksudkan guna mendukung program Kota Bunga Sejuta Warna yang digulirkan bupati.

“Dari pantauan RT-RT penerima sudah terlaksana semua untuk program tamanisasi. Kemungkinan 2018 ada bantuan serupa untuk RT-RT lainnya,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….