Sudirman Said. (Dedi Gunawan/JIBI/Bisnis) Sudirman Said. (Dedi Gunawan/JIBI/Bisnis)
Selasa, 2 Januari 2018 16:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Semarang Share :

WISATA JATENG
Sudirman Said Impikan Jateng Jadi Pusat Wisata Religi Nasional

Wisata Jateng menurut calon gubernur Sudirman Said layak menjadi pusat wisata religi nasional, bahkan global.

Solopos.com, SEMARANG — Sudirman Said yang dijagokan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai calon gubernur dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018 mengimpikan provinsi ini menjadi pusat wisata religi nasional.

Impian itu dikemukakan Sudirman Said di sela-sela kunjungan wisata religi di Semarang pengujung tahun lalu dan dipublikasikan laman aneka berita Okezone.com, Senin (1/1/2018). Menjelang pergantian tahun 2017 menuju 2018, mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang ter-reshuffle setelah mengungkap skandal Papa Minta Saham PT Freeport Indonesia itu memang terpantau mengunjungi sejumlah situs religius di Jateng.

Kunjungan wisata religi tokoh antikorupsi pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) itu dimulai dari Gereja Blenduk, kemudian ke Klenteng Sam Pho Kong, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Vihara Buddhagaya Watugong, dan terakhir mengunjungi Candi Gedong Songo di Sumowono, Kabupaten Semarang. Sudirman Said mengajak serta seluruh anggota keluarganya dalam wisata religi tersebut.

Dipaparkan Sudirman Said, wilayah Provinsi Jawa Tengah bukan saja bisa menjadi pusat wisata religi tingkat nasional, sebab mungkin pula secara global. Di Jateng, paparnya, terdapat candi-candi besar, baik Hindu maupun Buddha seperti Prambanan dan Borobudur. Aktivitas dakwah Walisongo menyebarkan agama Islam dengan pedekatan kultural, jejaknya juga masih bisa dijumpai di Jateng.

“Kemudian cerita mendaratnya Laksamana Cheng Ho sangat kaya pembelajaran. Ada pagoda tua yang masih sangat terpelihara. Sekolah seminari tertua ada di Mertoyudan, Magelang,” lanjut Sudirman.

Wisatawan, menurut, akan mendapat suguhan situs-situs agama tertua, serta interaksi antarumat beragama yang damai di Jateng. “Semuanya merupakan penanda penting bagaimana kehidupan beragama di Jateng berjalan dengan penuh damai. Suasana seperti ini harus terus dijaga dan dipertahankan,” tukasnya.

Interaksi antarumat beragama yang damai di Jateng, menurut Sudirman Said, wajib dipertahankan dan bahkan ditularkan melalui pariwisata tersebut. “Selain menjadi pusat wisata religi, juga bisa sebagai menjadi simbol keharmonisan antarumat beragama, simbol kemajemukan yang harus dipertahankan sebagai wujud kesatuan,” tandas mantan Ketua Tim Sinkronisasi Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno itu kepada awak media.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….