Presiden Joko Widodo menyapa warga dan wisatawan di Titik Nol Kilometer, Kota Jogja pada Minggu (31/12/2017) malam. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Presiden Joko Widodo menyapa warga dan wisatawan di Titik Nol Kilometer, Kota Jogja pada Minggu (31/12/2017) malam. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 2 Januari 2018 22:40 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Tubuh Bergetar Ketika Menginap di Istana Presiden

Sejumlah wisatawan diajak menginap di Istana Presiden.

Solopos.com, JOGJA–Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan malam pergantian tahun di Kota Jogja. Dia mengundang ratusan orang untuk jalan-jalan di Gedung Agung dan makan malam bersama. Tiga wisatawan asal Madiun yang berencana menginap di masjid diminta bermalam di Istana. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Beny Prasetya.

Bunga, Arin, dan Hafsah, adalah remaja kelas XII sebuah SMP di Madiun, Jawa Timur. Masing-masing dari mereka membawa sangu Rp150.000 untuk menghabiskan 2017 di Kota Jogja. Bekal yang tak terlalu melimpah itu rupanya memberi ketiganya pengalaman tiada tara.

Saat jalan-jalan di Malioboro, Minggu (31/12/2017) malam, Bunga, Arin, dan Hafsah, heran dengan kelimun di depan Gedung Agung. Mereka berhenti dan bertanya kepada salah satu orang dalam kerumuman dan mendapat jawaban bahwa Jokowi memberi kesempatan kepada siapa saja yang ingin masuk Gedung Agung dan berfoto bersama Presiden Indonesia untuk mengantre.

“Kami lalu menunggu sampai desak-desakan dan kaki saya terinjak,” tutur Arin seperti yang disampaikan Biro Pers Sekretariat Presiden melalui keterangan tertulis, Senin (1/1/2018). Kegigihan mereka beriimpitan dengan ratusan orang membuahkan hasil. Ketiganya berhasil masuk ke Istana, berfoto, dan makan malam dengan menu sate ayam bersama Jokowi dan ratusan orang lainnya. “Senang, deg-degan, rasanya enggak percaya, kayak mimpi,” ucap Bunga.

Saking bungahnya, Hafsah bahkan menelepon ibunya. Dia malah sampai menangis lantaran terharu bisa menemui orang yang dipilih 70,6 juta penduduk Indonesia untuk menjadi Presiden dari 2014 sampai 2019.

Ketiganya tak hanya bertemu dan berfoto dengan Jokowi, tetapi juga minta doa agar bisa kuliah di UGM, almamater Presiden.
“Amin, amin,” ujar Jokowi merespons permintaan doa tersebut.

Rampung makan malam di Gedung Agung, trio remaja ini melanjutkan jalan-jalan dan menghabiskan malam di Kota Jogja. Rencananya mereka pulang ke Madiun, Senin. Tak ada hotel atau losmen yang mereka tuju. Bunga, Arin, dan Hafsah berencana menginap di sembarang tempat, kalau bisa di masjid.

Rencana bermalam di rumah ibadah itu didengar Jokowi yang langsung memerintahkan Kepala Istana Kepresidenan Jogja Saifulah untuk menelepon tiga remaja asal Madiun itu dan menyuruh mereka menginap di Istana.
Ketika 2018 baru berumur setengah jam, Bunga, Arin, dan Hafsah kembali ke Gedung Agung tanpa tahu apa yang selanjutnya akan mereka lakukan. “Saat diminta identitas di ruang piket, kami diminta mengisi keperluan menginap,” tutur Arin.
Lantas ketiganya diantar ke kamar 004, Wisma Negara. Benak mereka masih tertegun. Perasaan itu yang menjalar ke sekujur tubuh. “Saya kewel [bergetar],” kata Hafsah.

Di Luar Rencana
Menginap di Istana jelas di luar itinerari pelancongan Bunga, Arin, dan Hafsah. Bagi para pegawai Sekterariat Presiden, menyediakan kamar untuk tiga pelancong dari Madiun itu juga bukan merupakan bagian dari agenda perayaan Tahun Baru 2018 Presiden Jokowi.

Sehabis Isya, Jokowi bermain dengan dengan cucu pertamanya, Jan Ethes di pelataran Gedung Agung. Dia lantas berjalan menuju regol. “Awalnya Presiden hanya ingin menyapa warga yang berkumpul di depan pagar Gedung Agung,” kata Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran pers, Senin.

Setelah mendekati kerumunan, sekitar pukul 20.05 WIB, Jokowi meminta agar gerbang utama dibuka sehingga orang-orang bisa masuk ke Gedung Agung dan berfoto bersama. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menyeleksi orang-orang yang akan dipilih dengan cara menanyakan identitas dan memastikan mereka bukan orang berbahaya.
“Saya dari Bengkulu, tadi yang lain juga ditanya asalnya dari mana,” kata Inggi Mia, 19, mahasiswi Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY).

Mia tiga tahun lalu tidak mencoblos Jokowi karena namanya belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Pemilu Presiden. Akan tetapi dua sudah nge-fans dengan Jokowi semasa mantan Wali Kota Solo itu menjabat Gubernur DKI.
“Senang sekali bisa masuk Istana dan bertemu Presiden,” ucap dia.
Jokowi tampil kasual kala menerima rakyat jelata di Gedung Agung; kaus dan celana hitam serta sneakers merah Nike.

Makan Bareng
Setelah ramah tamah sebentar dan berfoto bersama di depan Gedung Istana Negara DIY, Presiden memerintahkan Paspampers mengarahkan ratusan tamu undangan dadakan itu berjalan ke sayap kanan Gedung Agung.
Presiden telah memerintahkan Ajudan Kolonel Pnb. Mohammad Nurdin menyiapkan makan malam untuk 70 orang. Namun, mereka yang bergerombol di luar pagar Istana sangat banyak sehingga yang diundang masuk dan menyantap hidangan membengkak sampai 250 orang.

Jokowi membagikan pesta pada malam terakhir 2017 itu lewat status di Instagram dan Twitter, sebagaimana yang kerap dia lakukan seusai menjamu pelawat kenegaraan seperti Raja Salman dari Saudi.
“Ada roti bakar ala Alun-Alun Utara, bakwan malang, sate kambing, sate ayam, bakmi jawa, oseng mercon, tengkleng, bajigur, dan wedang ronde,” tulis Jokowi.

Dia menyertakan potongan video dari Biro Pers Sekretariat Presiden yang merekam antusiasme masyarakat saat berada di Gedung Agung. Sekitar pukul 23.00 WIB, Jokowi keluar dari Gedung Agung dengan melangkah cepat menuju Titik Nol, ditemani Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, dan dikawal sejumlah anggota Paspampres.
Saat berjalan pulang, Presiden memperlambat ayunan kaki. Dia bertegur sapa dengan pengunjung objek wisata di pusat Kota Jogja itu sebelum masuk Istana untuk beristirahat. Melalu akun medsosnya, Presiden mengungkapkan harapan memasuki warsa anyar. “Selamat Tahun Baru 2018. Semangat baru menuju Indonesia makmur dan berkeadilan,” tulis Jokowi. (beny.prasetya@harianjogja.com)

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….