Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (doc. Solopos.com)
Selasa, 2 Januari 2018 13:04 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Tahun Politik, KPK Diminta Lebih Jeli

KPK harus bersingergi dengan kepolisian dan kejaksaan

Solopos.com, JOGJA-Tahun 2018 kerap disebut sebagai tahun politik. Pasalnya, 171 daerah akan menggelar pilkada secara serentak. Proses tahapan Pemilu 2019 juga sudah akan mulai diproses.

Manuver politik kotor yakni politik uang dinilai masih menjadi ancaman bagi demokrasi. Oleh karena itu, penegak hukum diminta lebih jeli dan bisa semakin bersinergi satu sama lain.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan, kontestasi politik di Indonesia sangat mahal. Bukan rahasia lagi, jika seseorang hendak mencalonkan diri, entah sebagai kepala daerah maupun anggota DPR, mesti menyiapkan modal kapital dalam jumlah besar.

“KPK dan lain-lain harus hati-hati. Politik kita mahal. Biasanya caleg [calon legislatif] pertempurannya pake uang, kalau berdasarkan pengalaman di masa lalu,” ujarnya di Kompleks Kepatihan, Selasa (2/1/2018).

Karena itulah ia menganggap KPK harus jeli dalam menangani money politic. Mahfud juga menyarankan lembaga anti rasuah itu agar bersingergi dengan kepolisian dan kejaksaan, sebab jika sendirian, KPK akan sulit memonitor? seluruh Indonesia.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….