Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Selasa, 2 Januari 2018 12:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Semua Baliho dan Reklame di Wonogiri Dibongkar Awal Tahun Ini

Pemkab Wonogiri akan membongkar semua baliho dan reklame.

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri bakal membongkar semua baliho dan reklame yang ada di sepanjang jalan di Wonogiri. Ditargetkan awal tahun ini, Wonogiri bebas dari baliho dan reklame.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyampaikan baliho dan reklame yang ada saat ini tidak tertata dengan baik. Selain itu, dari sekian banyak baliho dan reklame yang terpasang, Bupati menilai hanya ada sedikit baliho yang letaknya strategis sementara lainnya terkesan asal-asal.

“Oleh karena itu, kami akan menata baliho hanya di tempat-tempat strategis saja. Kami bongkar lebih dulu, setelah bersih semuanya baru bisa dilihat mana titik yang strategis untuk baliho,” ujar bupati, pekan lalu.

Bupati menyebut keberadaan baliho dan reklame di Wonogiri justru merusak keindahan kota lantaran terlalu banyak dan tidak tertata. Dia mengaku tidak khawatir dengan berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak reklame lantaran waktu pembongkaran dan pemasangan baliho baru tidak terjeda lama.

“Tidak apa-apa [PAD berkurang drastis]. Setelah itu, kami kelola dengan lebih baik,” jelasnya.

Sementara Ketua Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri, Waluyo, mengatakan proses pembongkaran baliho dimulai Januari 2018 ini. Saat ini, pihaknya sudah melayangkan surat sosialisasi ke sejumlah pihak mengenai penertiban baliho.

“Kalau spanduk sudah kami lakukan, sedangkan baliho masih proses sosialisasi melalui surat yang kami kirim,” terangnya, Minggu (31/12/2017) malam.

Waluyo menargetkan sebelum akhir Januari 2018, papan reklame dan baliho di Wonogiri sudah terbongkar semua. Menurutnya, hal itu tidak mudah namun dia optimistis target tersebut terealisasi.

“Memang tidak mudah tetapi saya optimistis Januari ini sudah bersih semua. Tinggal bagaimana pola komunikasi yang kami lakukan,” ucapnya.

Apalagi, berdasarkan pantauan yang dilakukannya, Waluyo menemukan sejumlah baliho yang tiangnya membahayakan pengguna jalan lantaran hanya beberapa sentimeter dari jalan aspal. Selain itu, sejumlah baliho juga tertutup pohon sehingga tidak terlihat dan kurang strategis.

“Ada baliho yang tiangnya hampir terkena aspal dengan adanya pelebaran jalan. Sehingg, memang perlu adanya penataan reklame dan baliho,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….