Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo bersama pemilik Volkswagen Golf Variant bertenaga listrik, Weibe Wakker, mencoba mobil VW tersebut di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (2/1/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo bersama pemilik Volkswagen Golf Variant bertenaga listrik, Weibe Wakker, mencoba mobil VW tersebut di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (2/1/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 2 Januari 2018 21:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Pria Belanda Berkeliling Dunia Naik Mobil Listrik Singgah di Balai Kota Solo

Seorang pria asal Belanda yang tengah dalam perjalanan mengampanyekan mobil listrik ke berbagai negara singgah di Solo.

Solopos.com, SOLO — Senyum ramah tersungging dari bibir pria asal Belanda, Wiebe Wakker, 31, saat tiba di depan Kantor Wali Kota di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (2/1/2018) siang.

Wiebe datang dengan mengendarai mobil buatan Jerman Volkswagen Golf Variant berwarna biru yang bertuliskan Plug Me In. Saat tiba, Wiebe langsung ditemui Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota (Wawali) Achmad Purnomo.

Kedatangan Wiebe tersebut membawa misi mengampanyekan mobil listrik. Sebelum ke Balai Kota Solo, Wiebe mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo pada Senin (1/1/2018). Dengan ramah, Wiebe memaparkan tengah melakukan perjalanan dari Belanda menuju Australia.

Dia berangkat dari Belanda menuju ke Australia karena sebuah misi yang diberi nama Plug Me In. Wiebe punya alasan tersendiri kenapa menamai mobilnya Plug Me In. Dasarnya adalah mengampanyekan keberadaan mobil listrik.

Dia ingin meyakinkan masyarakat bahwa menggunakan mobil listrik untuk berkeliling dunia sangat mungkin dilakukan. “Indonesia menjadi negara ke-32 yang sudah saya singgahi. Sebelumnya Thailand, Malaysia, Brunei, Rusia, India, dan negara-negara lain sudah saya singgahi,” kata pria lulusan dari University of Art Belanda tahun 2014 itu.

Selama kurun waktu 660 hari, Wiebe sudah menempuh perjalanan lebih dari 52.000 kilometer. Perjalanan ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Wiebe melakukan perjalanannya seorang diri.

Wiebe yang mengaku tidak begitu paham dengan kelistrikan nekat memodifikasi mobilnya.“Saya ganti mesin mobil VW itu dengan mesin listrik. Dari modifikasi itu dihasilkan mobil listrik dengan tenaga sebesar 150 Kw,” katanya.

Untuk modifikasi tersebut, Wiebe mengeluarkan dana hingga 80.000 Euro atau jika dikonversikan terhadap rupiah sekitar Rp1,3 miliar. Wiebe mengatakan mobil modifikasinya tersebut mampu menempuh perjalanan hingga 200 kilometer untuk sekali pengisian daya. “Untuk pengisian daya listrik dibutuhkan waktu 12 jam,” katanya.

Selama perjalanan dari satu negara ke negara lain, dia mengandalkan uluran tangan dari mereka yang peduli. Setelah Solo, Wiebe akan melanjutkan perjalanan ke Ngawi dan wilayah Indonesia timur.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mendukung upaya pemanfaatan energi listrik sebagai sumber energi yang berkelanjutan. Namun dia meminta pemerintah pusat menyiapkan regulasi terkait pemanfaatan listrik sebagai sumber energi kendaraan.

Rudy sempat menjajal mobil listrik yang dibawa Wiebe dengan berkeliling kompleks Balai Kota. “Sangat bagus. Jika ini diaplikasikan ke seluruh kendaraan maupun peralatan yang saat ini bisa menekan emisi,” katanya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….