Ilustrasi anjing (wordpress.com) Ilustrasi anjing (wordpress.com)
Selasa, 2 Januari 2018 19:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pemda DIY Pernah Keluarkan Surat Edaran Larangan Makan Anjing

Pemda DIY tegaskan anjing bukan makanan.

Solopos.com, JOGJA–Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, melalui Dinas Pertanian menegaskan anjing bukan lah makanan, tapi hewan peliharaan. Namun, meski menyatakan memakan anjing tidak bisa dibenarkan, Pemda DIY hanya bisa mengimbau. Sebab, hingga saat ini belum ada dasar hukum yang mengatur pemberian sanksi.

Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko, menyebut anjing adalah hewan peliharaan, berbeda dengan binatang yang khusus diternak untuk dijadikan makanan, karena itu mengonsumsi anjing adalah tindakan yang kurang tepat.

Ia menambahkan, Pemda DIY belum bisa mengambil tindakan tegas terkait masih maraknya warung yang menjual daging anjing sebagai menu masakan utama. Masalah anjing sebagai panganan kembali mengemuka setelah Sukardi, warga Bantul diciduk polisi karena menjual jeroan anjing dan ayam tiren. Tak hanya itu, warung yang menjual daging anjing juga mudah ditemui di beberapa lokasi.

Baca juga : Jeroan Bangkai Anjing Beredar di Bantul, Pemerintah Mengaku Kecolongan

“Kalau mau tindakan, kan harus ada payung hukumnya. Payung hukum itu sebagai landasan bertindak. Kami¬† belum dapat dasar hukumnya. Undang-undang yang mengatur hal itu belum ada. Kalau menindak kan salah juga. Karena itu kami megimbau saja,” ucap Sasongko kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Selasa (2/1/2018).

Baca juga : Begini Kondisi Tempat Pengolahan Jeroan Bangkai Anjing di Rumah Sukardi

Imbauan agar masyarakat tidak mengonsumsi daging anjing, tambahnya, sudah tertuang dalam surat edaran Gubernur. Namun, Sasongko lupa nomor dan tahun pasti dikeluarkannya surat edaran itu.

“Sudah lama. Sekitar tahun 2013 atau 2014. Walaupun belum ada landasan hukum, tapi DIY memberanikan diri membuat surat edaran,” ucap Sasongko.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.¬† Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…