Ilustrasi pelayanan di kantor BPJS Kesehatan. (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi pelayanan di kantor BPJS Kesehatan. (JIBI/Solopos/Antara)
Selasa, 2 Januari 2018 22:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Kepesertaan JKN-KI Jateng-DIY Lebih dari 1,4 Juta Peserta

Berbagai strategi dan upaya akan dilakukan

Solopos.com, SEMARANG-Selama empat tahun mengimplementasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), berbagai strategi dilakukan pemerintah agar dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC). Kepesertaan di Jateng dan DIY sudah mencapai lebih dari 1,4 juta jiwa.

Berbagai strategi dan upaya akan dilakukan, salah satunya melalui dukungan dan peran pemda. Saat ini, dukungan tersebut sudah terasa di sejumlah daerah khususnya dalam upaya memperluas cakupan kepesertaan dengan memastikan seluruh penduduk di wilayah daerah tersebut telah menjadi peserta JKN-KIS.

Pada 2017, sebanyak 95% atau 489 kabupaten dan kota dari 514 kabupaten/kota sudah terintegrasi dalam Program JKN-KIS. Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DIY Aris Jatmiko mengatakan, di Jawa Tengah dan DIY, wilayah yang sudah UHC adalah Kota Semarang, Jogja, Magelang, Surakarta, Pekalongan. Sementara, Cilacap, Sukoharjo, Banjarnegara, dan Sragen berkomitmen UHC di Tahun 2018.

“Saat ini peran Pemda sudah sangat baik khususnya dari segi komitmen dalam mendaftarkan warganya menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi program Jamkesda,” ujar Aris dalam rilisnya, Selasa (2/1/2018).

Aris menambahkan, dukungan dan peran serta Pemda sangatlah strategis dan menentukan dalam mengoptimalkan Program JKN-KIS. Setidaknya terdapat tiga peran penting pemda dalam mendukung program ini antara ain memperluas cakupan kepesertaan mendorong UHC, meningkatkan kualitas pelayanan, dan peningkatan kepatuhan.

“Kami harapkan seluruh Pemda dapat melakukan hal serupa, mendukung dan merealisasikan rencana strategis nasional serta amanah UU Nomor 40 tahun 2004,” imbuh Aris.

Saat ini, kata Aris, Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DIY telah bermitra dengan 3.199 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 998 Puskesmas, 1.205 Dokter Praktik Perorangan, 341 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 545 Klinik Pratama, 63 Faskes Tk.I Milik TNI dan 47 Faskes Tk.I milik POLRI.

Selain itu, juga telah bekerja sama dengan 337 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 75 Rumah Sakit Milik Pemerintah, 214 Rumah Sakit Milik Swasta, 11 Rumah Sakit Milik TNI, dua Rumah Sakit Milik POLRI, dan 35 Klinik Utama.

“Kami juga sampaikan berdasarkan hasil survei dari PT Frontier Consulting Grup, di tahun 2017 angka kepuasan peserta JKN-KIS mencapai 79,5 persen, sementara indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN-KIS secara total 75,7 persen. Angka tersebut sampai saat ini masih sejalan angka yang ditetapkan pemerintah,” jelas Aris.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….