Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 2 Januari 2018 08:43 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Kampus di Jogja yang Terancam Bangkrut Diberi Dua Pilihan

Ada delapan perguruan tinggi yang akan melakukan merger.

Solopos.com, JOGJA–Kopertis Wilayah V DIY akan memberikan dua pilihan bagi perguruan tinggi swasta (PTS) yang kekurangan mahasiswa dan sulit berkembang di 2018.

Kedua pilihan itu adalah melakukan merger dengan kampus lain atau tutup untuk tidak beroperasi. Pilihan itu diberikan karena Kopertis bertekad menjadikan PTS di Jogja bukan sekadar unggul secara kuantitas namun juga kualitas. Hingga awal 2018, Kopertis Wilayah V memastikan baru delapan kampus yang menyatakan kesiapan untuk melakukan merger.

Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi menyatakan, pihaknya memberikan dua pilihan kepada sejumlah PTS yang tidak berkembang setelah berkali-kali dievaluasi.

Pilihannya, mereka mencari partner dari kampus lain untuk merger atau bergabung menjadi satu agar tetap beroperasi. Adapun pilihan lain, kata dia, PTS tersebut segera mengajukan penutupan untuk tidak beroperasi. Pilihan itu diberikan karena Bambang menginginkan kampus di DIY mengedepankan kualitas bukan semata-mata kuantitas dengan banyak kampus. Selain itu, kampus dengan kondisi tidak berkembang dikhawatirkan dapat menipu masyarakat dari luar DIY yang akan menempuh pendidikan.

“Kalau memang sudah tidak bisa apa-apa yang tutup saja. Saya tidak bicara kuantitas, saya ingin Jogja itu kualitas. Pilihannya merger atau tutup, tidak ada pilihan lain, dari pada masyarakat kapusan [tertipu],” terangnya Selasa (2/1/2018).

Pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap PTS dengan harapan pihak yayasan segera melakukan tindakan, untuk memutuskan merger atau ditutup.

Ia mengakui, tindakan pascaevaluasi memang tidak mudah, Kopertis sendiri sebenarnya tak bisa berbuat banyak ketika PTS itu menyatakan mampu menyelenggarakan pendidikan dengan segala daya yang dimiliki. “Bahkan di 2017 beberapa kali saya menghadiri wisuda cuma 28, kalau setingkat akademi kan berarti total mahasiswanya kurang dari 100 orang. Tetapi mereka tetap menyatakan ada progres, kami akhirnya hanya bisa mengimbau bagaimana agar tambah mahasiswanya,” tegas dia.

Bambang memastikan hingga awal 2018, ada delapan PTS gurem yang akan melakukan merger. Jumlah itu, meleset dari perkiraan sebelumnya yang diprediksi ada sekitar 10 PTS.

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….