Jackie Chan (Thestar.com) Jackie Chan (Thestar.com)
Selasa, 2 Januari 2018 22:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Slopos.com Layar Share :

Jackie Chan Tetap Semangat Berlaga di Usia Senja

Jackie Chan tetap bersemangat melakukan adegan berbahaya di usia senja.

Solopos.com, SOLO – Popularitas aktor laga top Hong Kong, Jackie Chan, memang tak perlu diragukan lagi. Dia selalu tampil memukau dalam sejumlah film yang dibintanginya. Padahal, tak jarang adegan yang dilakukan bisa mengancam nyawanya.

Sebenarnya, Jackie Chan sadar betul risiko dari profesinya sebagai aktor laga. Pria berusia 63 tahun itu sempat khawatir bakal menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda akibat berbagai adegan laga yang dilakoninya selama ini. Namun, kekhawatiran itu tidak membuat semangatnya untuk berkarya luntur. Buktinya, sampai saat ini dia masih aktif membintangi film laga, seperti Bleeding Steel.

Dalam film terbaru itu, Jackie Chan mengejutkan banyak orang lewat sejumlah adegan berbahaya yang  dilakukannya. Di antaranya adalah bertarung di atap gedung Sydney Opera House dan melompat dari lantai 20 tanpa alat pengaman apapun. Dia sadar usia yang tak lagi muda membuatnya harus ekstra hati-hati dalam berakting. Sebab, berbagai adegan itu bisa membahayakan nyawanya.

“Aku harus ekstra hati-hati saat melakukan adegan laga. Salah sedikit saja aku mungkin akan menghabiskan sisa hidupku dengan duduk di kursi roda,” kata Jackie Chan seperti diwartakan Toggle, Selasa (2/1/2018).

Film laga yang mengambil lokasi shooting di Australia ini dipenuhi dengan adegan tempur yang dramatis dan menegangkan. Semua properti yang dipakai adalah senjata asli. Meski sadar betul akan bahaya yang mengancam, Jackie Chan tidak mau menyerahkan tugasnya kepada pemeran pengganti alias stuntman.

“Aku bisa saja cedera, membeku, terbakar, sekarat, atau mati kapan pun. Tapi, aku tidak mau memakai stuntman dalam adegan berbahaya tersebut,” tegasnya.

Pada Oktober 2017 lalu, Jackie Chan sempat mengungkakan rasa lelahnya bermain film laga. Namun, dia merasa tidak bisa berhenti begitu saja dari pekerjaan yang telah digelutinya selama puluhan tahun. Saat ini, dia merasa pekerjaannya semakin mudah berkat kemajuan teknologi.

“Sekarang semuanya menjadi lebih mudah berkat teknologi. Kami, para aktor laga tidak perlu cemas lagi jika harus melakukan adegan berbahaya. Semuanya sudah diperhitungkan dengan cermat. Namun, kami tetap harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Teknologi membantu adegan laga. Kami tidak perlu membahayakan diri demi akting yang bagus,” tandasnya.

 

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….