Ilustrasi kondisi ekonomi. (Foto: liputan6.com) Ilustrasi kondisi ekonomi (Dok/JIBI)
Selasa, 2 Januari 2018 05:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Optimisme di Tengah Kegalauan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (28/12/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com.

Solopos.com, SOLO— Kita memasuki tahun 2018. Beragam pandangan ekonomi dikemukakan berbagai pihak. Ada yang bersikap optimistis bahwa kinerja sektor ekonomi pada 2018 akan jauh lebih baik dibanding tahun 2017.

Riwi Sumantyo

Riwi Sumantyo (Istimewa)

Ada juga yang berpandangan perekonomian 2018 tidak akan berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Pemerintah bersama DPR telah menyetujui beberapa asumsi makro dalam APBN 2018.

Di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,4%, inflasi 3,5%, kurs rupiah Rp13.400 per US$1, suku bunga surat perbendaharaan negara tiga bulan 5,2%, harga minyak Indonesia US$ 48 per barel, lifting minyak Indonesia 800.000 barel per hari, dan lifting gas ditetapkan 1,2 juta barel setara minyak per hari.

Yang paling banyak mendapat sorotan tentu saja variabel pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,4%. Angka sebesar itu dinilai terlalu optimis karena masih besarnya tantangan ekonomi yang harus dihadapi Indonesia.

Tantangan tersebut berasal dari faktor eksternal (global) maupun berasal dari sisi internal. Tantangan tersebut cukup berat sehingga pemerintah perlu bekerja keras untuk mewujudkannya

Dari sisi eksternal, tantangan tersebut di antaranya adalah rencana pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat yang kemungkinan akan diikuti oleh beberapa negara maju lainnya. Kenaikan suku bunga acuan dari Federal Reserve (The Fed) tampaknya merupakan sebuah keniscayaan.

Kemungkinan bunga acuan akan naik sekitar tiga sampai empat kali pada 2018. Jerome Powell sebagai calon pengganti Janet Jellen untuk menduduki jabatan gubernur The Fed tampaknya cenderung akan mengikuti langkah kebijakan yang diambil gubernur The Fed sebelumnya.

Selanjutnya adalah: Sebenarnya langkah yang akan diambil

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….