Penampilan tari-tarian dalam acara yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY, bekerja sama dengan dusun Krebet, di amfiteater, Krebet, Sendangsari, Pajangan, Minggu (31/12/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Penampilan tari-tarian dalam acara yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY, bekerja sama dengan dusun Krebet, di amfiteater, Krebet, Sendangsari, Pajangan, Minggu (31/12/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Selasa, 2 Januari 2018 07:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja. Bantul Share :

Dinas Pariwisata DIY Tutup 2017 dengan Ngundang Srawung

Ini adalah upaya mendorong potensi dengan kegiatan basis seni budaya

Solopos.com, BANTUL-Dinas Pariwisata DIY selenggarakan pentas seni dan pesta kembang api untuk menyambut tahun baru 2018, di amfiteater, Krebet, Sendangsari, Pajangan, Minggu (31/12/2017).

Anggota Komisi B DPRD DIY Joko Purnomo mengatakan, pentas seni ini tidak hanya sebagai kegiatan menyambut tahun baru. “Roh dari event ini membangun nilai ini sebenarnya membangun kesatuan dan persatuan masyarakat di Pajangan, untuk mendukung program pemerintah DIY,” ujarnya.

Dia juga berharap ke depan Pemerintah DIY tetap bisa memberi dukungan program, event, pada masyarakat. Disamping untuk kegiatan pariwisata, kebudayaan juga tidak meninggalkan sentuhan ekonominya. Daerah tersebut juga memiliki potensi yang mampu dikembangkan baik kawasan wisata, industri, UMKM, serta semangat para pemudanya untuk mendukung suatu kegiatan.

Joko juga berharap dengan pemilihan tempat di amfiteater yang juga dibangun Dinas Pariwisata tersebut ke depannya dapat berkembang setelah adanya bandara di Kulonprogo, mengingat posisinya yang tidak begitu jauh. “Amfiteater ini bisa jadi alternatif panggung untuk ajang promosi wisata DIY,” kata Joko.

Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY Wardoyo mengungkapkan, kegiatan tersebut untuk mendorong potensi di Krebet. “Ini adalah upaya mendorong potensi dengan kegiatan basis seni budaya yang berpotensi wisata sehingga memiliki kekuatan sehingga potensi desa wisata semakin memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya keberhasilan itu dapat diraih atau terealisasi dengan upaya seluruh masyarakat di desa juga yang memiliki potensi, dan daya tarik. Terkait amfiteater, ia mengatakan, akan mengembangkan lagi sehingga akses jalan lebih baik dan para wisatawan nyaman.

Ketua Karang Taruna Unit Krebet Tri Hartanto mengaku sangat mendukung kegiatan dari Dinas Pariwisata DIY ini. “Sangat mendukung karena melestarikan budaya kita, juga agar tahu anak-anak kecil atau anak muda,” ujarnya.

Dengan judul acara Ngundang Srawung tersebut, Tri berharap agar Krebet tidak hanya terkenal dengan Batik Kayunya, tetapi juga setiap tahunnya ada acara yang memberikan keramaian sehingga masyarakat berkumpul. Masyarakat yang memiliki potensi di bidang seni juga dipersilahkan tampil.

Dirinya juga berharap kegiatan kesenian semacam ini terus berjalan agar budaya disana tetap terjaga. Dalam acara itu sendiri menampilkan pentas tari-tarian mulai dari anak hingga dewasa, acara musik, dan ditutup dengan pesta kembang api perayaan pergantian tahun.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….