Ilustrasi guru (JIBI/Solopos/Antara/Dok) Ilustrasi guru (JIBI/Solopos/Antara/Dok)
Selasa, 2 Januari 2018 10:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

331 Orang Ikuti Yudisium Profesi Guru

Peserta sudah termasuk guru profesional

Solopos.com, SLEMAN-Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar yudisium 339 guru dalam Program Profesi Guru (PPG) di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat UNY, Jumat (29/12) akhir pekan lalu.

Rinciannya, sebanyak 298 orang PPG prajabatan pascasarjana mendidik terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T) dan 41 orang peserta PPG dalam Jabatan. Yudisium tercantum dalam SK Rektor : 1.29/UN.34/12/2017, menyatakan peserta sudah termasuk guru profesional.

Rektor UNY Profesor Sutrisna Wibawa menyatakan, PPG sangat diperlukan karena struktur pelaksanaan pendidikan saat ini sudah jelas mulai dari rekrutmen, pembelajaran, ada guru peserta, dosen, ada fasilitas dan sumber belajar, leadhership serta unsur-unsur pendukungnya. Setelah melewati proses dan persyaratan tertentu, mereka harus mengikuti ujian dan barulah terlahir sebagai calon guru dengan sebutan guru profesional.

“Meski belum tahu akan ditempatkan dimana, tetapi saya berharap komitmen sebagai guru profesional di Indonesia yang nanti akan mendidik anak-anak bangsa calon generasi emas dengan penuh keikhlasan, kecerdasan, dan kerja keras,” tegasnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Sabtu (30/12/2017).

Ia berharap proses pendidikan di UNY menjadi bagian utama untuk melengkapi S1, karena PPG dilaksanakan setelah melakukan S1, sehingga antara S1 dan PPG tak dapat dipisahkan. Selain itu gelar sarjana S1 pendidikan guru akan mendasari dalam mengimplementasikan profesi guru yang profesional, memiliki potensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian.

Kepala Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNY Profesor Anik Ghufron menambahkan, untuk PPG SM3T angkatan kelima 2017 sebanyak 368 peserta mendaftarkan diri dan lolos sebanyak 287 peserta. Mereka berasal dari Prodi BK 13 orang, Prodi Pendidikan PAUD 20 orang, Prodi PGSD 29 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 14 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 14 orang, Prodi Pendidikan Biologi 14 orang, Prodi Pendidikan Fisika 15 orang.

Selain itu, ada Prodi Pendidikan IPA 12 orang, Prodi Pendidikan Kimia 23 orang, Prodi Pendidikan Matematika empat orang, Prodi Pendidikan Geografi 18 orang, Prodi Pendidikan IPS dua orang, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 18 orang, Prodi Pendidikan Sejarah 14 orang, Prodi Pendidikan Tata Boga 15 orang, Prodi Pendidikan Teknik Otomotif 15 orang, Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi 17 orang, Prodi Pendidikan Akuntansi 15 orang dan Prodi Pendidikan Ekonomi 15 orang.

“Total yang tidak lulus 77 orang. Sedang PPG SM3T angkatan keempat tahun 2017 sebanyak 11 orang. PPG dalam jabatan Pendidikan Vokasi sebanyak  41 orang. Terdiri dari Prodi Teknik Elektronika 1 orang, dan 40 orang dari Prodi Pendidikan Otomotif,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…