Ribuan pemancing tekun menanti ikan di sisi Selokan Mataram, Condongcatur, Depok dalam lomba Mancing Mania HUT ke-71 Desa Condongcatur, Minggu (31/12/2017). (Harian Jogja/Sekar Langit Nariswari) Ribuan pemancing tekun menanti ikan di sisi Selokan Mataram, Condongcatur, Depok dalam lomba Mancing Mania HUT ke-71 Desa Condongcatur, Minggu (31/12/2017). (Harian Jogja/Sekar Langit Nariswari)
Selasa, 2 Januari 2018 06:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

2.500 Pemancing Ikut Mancing Mania di Selokan Mataram

Ikan yang berhasil dipancing bisa langsung dibawa pulang

Solopos.com, SLEMAN-Sebanyak 2.500 pemancing memadati sisi Selokan Mataram, Condongcatur, Depok dalam rangka Mancing Mania HUT ke-71 Desa Condongcatur, Minggu (31/12/2017). Peserta berlomba-lomba memancing satu ton ikan lele dan bawal di area sepanjang 1,5 kilometer itu.

Lomba yang dimulai pukul 07.00 WIB ini tidak menetapkan pemenang berdasarkan jumlah hasil pancingannya. Ikan yang berhasil dipancing bisa langsung dibawa pulang para pemancing. Adapula 100 ekor ikan maskot dengan pita di bagian tubuhnya yang bisa ditukar dengan hadiah uang untuk pemancingnya. Hanya saja, penukaran pita dibatasi hingga pukul 12.00. setelah jam tersebut, masyarakat bebas memancing di lokasi tersebut karena masih banyak ikan yang belum berhasil dipancing.

Reno Chandra Sangaji, Kepala Desa Condongcatur mengatakan, setiap pita bisa ditukar dengan uang Rp20.000. “Ada juga disediakan doorprize sepeda gunung dan dispenser dengan mengundi tiket lombanya,” terangnya kepada Harian Jogja, Minggu (31/12/2017).

Alih-alih mendapatkan ikan, peserta malah banyak pula yang berhasil memancing sampah dari dalam Selokan Mataram. Reno menerangkan, setidaknya dua pikap sampah berhasil dikumpulkan panitia seusai lomba digelar. Sampah yang didapati beragam mulai dari plastik, pakaian bekas, hingga ban. Secara tidak langsung, ia berharap hal ini menggugah masyarakat untuk menjaga kebersihan Selokan Mataram yang merupakan aset DIY.

Lomba Mancing Mania ini merupakaian rangkaian kegiatan HUT ke-71 yang memang mengusung tema peduli lingkungan khususnya Selokan Mataram. Apalagi kali itu kerap dibuat menjadi lokasi pemancingan oleh masyarakat sehingga berdampak pada kebersihannya. Hingga hari perlombaan, 2.500 tiket berhasil terjual dengan harga Rp10.000. Lomba ini juga berhasil menarik perhatian masyarakat dengan kerumunan pemancing yang setia bertahan bahkan hingga tengah hari.

Sam, salah satu peserta asal Tambak Bayan mengatakan, ia mengikuti lomba karena iseng belaka. Ia sendiri memang memiliki hobi memancing dan seringkali melakukan hobinya di sepanjang ruas Selokan Mataram. Perlombaan ini diikuti sebagai pengisi waktu di hari libur. Dengan uang pendaftaran itu, ia mendapatkan umpan pancing yang diperkirakan bertahan selama dua jam. Soal sampah yang banyak berserakan di Selokan Mataram, ia mengatakan sangat mungkin malah akan banyak mendapatkan sampah dibandingkan ikan.

“Buat seneng-seneng saja, dapat sampah ya sudah biasa, kalau dapat ikan kan bisa dibawa pulang buat lauk,” katanya di sela-sela memancing.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…