Ilustrasi Senjata Tajam. (IST/Detik.com) Ilustrasi Senjata Tajam. (IST/Detik.com)
Selasa, 2 Januari 2018 12:25 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

17 Sajam Disita di Malam Tahun Baru

Ikut digelandang pula delapan pemuda yang ada di lokasi penemuan tersebut

Solopos.com, SLEMAN-Sebanyak 17 senjata tajam berbagai jenis dan ukuran disita polisi di malam perayaan tahun baru di Jl Urip Sumoharjo, Gondokusuman, Jogja. Ikut digelandang pula delapan pemuda yang ada di lokasi penemuan tersebut.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto menjelaskan, senjata itu ditemukan di posko Garda Banteng Nasional (Ganas) terselip di bawah atapnya. “Ada 17 sajam dan delapan pemuda diamankan Polresra Jogja,” katanya, Senin (1/1/2018).

Namun, berdasarkan hasil interogasi diketahui jika sajam itu bukan milik gerombolan yang terpaksa menghabiskan malam tahun baru di sel ini. Kasus ini saat ini sedang ditangani Reskrim Polresta Jogja.

Penemuan itu termasuk bagian operasi pengamanan yang dilakukan Polda DIY dan jajarannya pada malam pergantian tahun. Selain temuan ini, mantan Kapolres Sleman ini mengklaim jika perayaan tahun baru tergolong kondusif. Sedikit kemacetan yang terjadi di beberapa titik juga dinilai masih tergolong normal. Kepolisian sendiri menggelar sejumlah operasi pengamanan termasuk minuman keras yang diduga untuk persiapan perayaan tahun baru.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Ipda Riki mengatakan tidak ada kecelakaan yang terjadi di wilayah Sleman. “Wilayah Sleman demikian, zero, kondisinya ramai lancar,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (1/1/2018).

Hal serupa juga berlaku setelah tengah malam ketika masyarakat pulang seusai merayaan pergantian tahun. Tidak ada kemacetan yang terjadi dan arus kendaraan tetap ramai lancar. Berdasarkan pantauan Satlantas Sleman, titik keramaian tersebar di Kaliurang, Monjali, Prambanan, dan ruas jalan Solo sekitar Plaza Ambarrukmo .

Sementara, di Tebing Breksi yang tahu ini diramaikan dengan hiburan pula meski akses jalan masih terbatas, Ipda Riki menilai secara umum situasinya juga ramai lancar. Apalagi sudah ada pengaturan jika bus berukuran besar dilarang naik langsung.

Polres Sleman sendiri melakukan penebalan anggota di sejumlah titik keramaian.  Tambahan anggota berasal dari Satlantas, Pospam, dan anggota lapangan serta staf polres dan polsek. Ipda Riki menambahkan jika tambahan anggota salah satunya diperbantukan untuk mengatur lalu lintas yang relatif lebih ramai.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….