Dua polisi berjaga di rumah ISIS di Malang, Kamis (26/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Hayu Yudha). Ilustrasi Penggeledahan oleh Densus 88 (JIBI/Solopos/Antara/Hayu Yudha).
Senin, 1 Januari 2018 13:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TERORIS DI JATENG
13 Warga Jateng Ditangkap Densus 88, 9 dari Soloraya

Teroris, banyak terduganya berasal dari wilayah Soloraya, Jawa Tengah (Jateng) dan telah diamankan Densus 88 selama 2017.

Solopos.com, SEMARANG – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 13 orang terduga teroris di wilayah Jawa Tengah (Jateng) sepanjang tahun 2017. Dari 13 orang yang diamankan itu, sembilan di antaranya merupakan warga Soloraya.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, Kombes Pol. Hery Santoso, saat membacakan laporan akhir tahun 2017 terkait kasus terorisme di Jateng di Gedung Borobudur, kompleks Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan No. 1, Kota Semarang, Jumat (29/12/2017).

“Aksi teror di Jateng terbilang banyak selama 2017. Tapi, dari sekian banyak kasus yang ditangani Polda Jateng hanya satu. Sisanya langsung ditangani oleh Densus 88,” tutur Hery.

Hery menyebutkan satu kasus teror yang ditangani Polda Jateng, yakni upaya pembunuhan terhadap aparat Polri di Mapolres Banyumas, 11 April lalu. Saat itu, pelaku yang diketahui bernama Muhammad Ibnu Dar, 22, warga Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, menerobos masuk ke Mapolres Banyumas dan menyerang tiga anggota Polres Banyumas dengan sebilah parang.

“Pelaku diduga merupakan anggota jaringan kelompok radikal ISIS [Negara Islam Irak dan Suriah],” tutur Hery.

Sementara itu 13 orang yang ditangkap oleh Densus 88 di wilayah Jateng selama 2017 diduga terlibat dalam sembilan aksi terorisme. Ke-13 orang itu, sembilan di antaranya merupakan warga Soloraya yakin, S, S alias Y yang ditangkap di tiga lokasi berbeda di Colomadu, Karanganyar, dan Jl. Adisucipto Solo pada 30-31 Januari lalu.

Kemudian,  W dan M, warga Ngasem, Colomadu, yang diduga terlibat Neo Jaringan Islamiah, RS yang ditangkap di Serengan, Solo, pada 7 April, W alias AZ dan TR alias AG yang terlibat teror bom molotov di rumah makan Candi Resto, Solobaru, pada Mei 2017 dan Hasbi alias Hizbullah yang ditangkap di sekitar Jembatan Mojo, Solo, Oktober lalu.

Sementara, empat terduga teroris lainnya yang ditangkap Densus 88 di wilayah Jateng berasal dari berbagai daerah, seperti Tegal dan Kendal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….