Kendaraan mulai masuk Jl. Slamet Riyadi sesaat setelah waktu menujukkan pergantian tahun 2018, Senin (1/1/2017) pukul 01.08 WIB. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Kendaraan mulai masuk Jl. Slamet Riyadi sesaat setelah waktu menujukkan pergantian tahun 2018, Senin (1/1/2017) pukul 01.08 WIB. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Senin, 1 Januari 2018 10:30 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos.com Solo Share :

TAHUN BARU 2018
CFN Solo Garing Tanpa Kembang Api, Pengunjung Langsung Bubar

Malam pergantian tahun di CFN Solo berlangsung kurang semarak, menurut sebagian pengunjung.

Solopos.com, SOLO – Sejumlah masyarakat kecewa dengan penyelenggaraan Solo Car Free Night (CFN) 2017 di Jl. Slamet Riyadi dalam rangka menyambut malam pergantian tahun. Mereka menilai penyelenggaraan CFN di Solo garing lantaran tak ada sajian kembang api dan petasan.

Seorang pengunjung CFN, Annisa Firdausa Nirmala, 18, langsung berkata sinis ketika sejumlah orang di panggung gelaran CFN depan GraPARI Telkomsel Solo atau seberang Solo Grand Mall (SGM) memukul gong sebagai tanda telah memasuki tanggal 1 Januari 2018. Dia menyindir penyelenggaraan CFN di Solo yang digelar tanpa pesta kembang api dan petasan terasa membosankan alias garing. “Hah? Cuma gini? Krik… krik… krik… Mana duarnya?” kata Annisa disambut tawa tiga orang temannya, Minggu  malam.

Annisa lantas mengajak Cindy, Berta, dan Ruly, panggilan akran ketiga temannya tersebut untuk segera meninggalkan area CFN. Dia melontarkan usulan kepada mereka lebih baik lekas pindah ke kawasan Solo Baru atau Karanganyar untuk mencari suasana meriah dalam perayaan malam tahun baru 2018. “Yuk lah ke Solo Baru atau Karanganyar aja. [Di sana] Pasti ramai,” tutur Annisa yang lantas berjalan kaki menuju tempat parkir di samping SGM, Minggu malam.

Pengunjung CFN lain, Vino Adiyuswa, 18, juga kecewa dengan penyelenggaraan CFN 2017. Dia berkomentar senada Annisa, yakni menilai gelaran CFN tahun ini terasa garing tanpa adanya pesta kembang api dan petasan. Warga tidak berani menyalakan petasan dan kembang api karena muncul imbauan dari Wali Kota Solo. Vino menceritakan pengalaman tahun lalu menghadiri CFN, yakni warga masih bertahan di Jl. Slamet Riyadi meski waktu sudah menujukkan pukul 01.00 WIB lebih pada tanggal 1 Januari 2017. Warga bertahan karena betah karena menyaksikan kembang api.

“Benar-benar tidak ada yang menyalakan kembang api. Cuma ada gong yang dibunyikan sebagai tanda pergantian tahun. Garing menurut saya. Lagi pula setelah gong dipukul, tidak ada pentas-pentas lagi di panggung. Oleh karena itu kebanyakan pengunjung akhirnya memilih pulang atau pindah ke tempat lain,” tutur Vino saat ditemui Solopos.com di sekitar panggung CFN depan Diamond Restoran.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, banyak kendaraan mulai tampak merangsek Jl. Slamet Riyadi tidak lama setelah memasuki tahun baru 2018, yakni sekitar pukul 01.15 WIB. Kendaraan tersebut berjalan di antara para pengunjung CFN yang tengah berjalan kaki maupun masih bersantai di Jl. Slamet Riyadi. Tidak ada petugas yang menegur adanya pengendara masuk area CFN tersebut. Beberapa pengendara bahkan tampak merupakan petugas linmas dan Dishub.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menampik jika CFN dibubarkan lebih awal dari jadwal yang direncanakan. Dia menyebut sudah menjadi kesepakatan dari awal jika CFN bakal dibubarkan seketika acara selesai. Hari menerangkan pembukaan barikade bukan menjadi tanggung jawab Dishub, melainkan Satlantas Polresta Solo. Maka dari itu, Hari menuturkan, pembukaan barikade tidak lama setelah malam pergantian tahun murni kebijakan Satlantas Polresta Solo.

“Pada rapat terakhir telah disepakati, arus lalu lintas di Jl. Slamet Riyadi akan dibuka kembali setelah CFN selesai. Jam 01.30 WIB yang selama ini kami umumkan sebagai waktu berakhirnya CFN adalah batas waktu maksimal pengunjung bisa memanfaatkan Jl. Slamet. Artinya, arus lalu lintas bisa saja dibuka sebelum waktu itu. Ya seperti sekarang ini, dibuka 15 menit setelah malam pergantian tahun,” jelas Hari saat dihubungi Solopos.com, Senin dini hari.

Disinggung soal ada tanggapan beberapa warga yang menilai penyelenggaraan CFN di Solo terkesan garing tanpa adanya pesta kembang api dan petasan, Hari mempersilakan warga untuk bebas berkomentar. Dia menegaskan, Pemkot mempunyai cara atau kebijakan tersediri untuk merayakan malam pergantian tahun. Disinggung soal kondisi arus lalu lintas jalanan Kota Solo saat digelar CFN, Hari menyebut, terpantau ramai lancar. Dia memastikan tidak terjadi kemacetan parah di jalanan Kota Solo.

Berdasarkan laporan yang diterima dari petugas di lapangan, Hari menyebut, kepadatan lalu lintas di jalanan Kota Solo pada malam perayaan tahun baru 2018 tergolong lebih rendah dibanding perayaan malam tahun baru 2017. Dia memprediksi banyak warga luar daerah di Soloraya memilih menghabiskan malam tahun baru di daerah masing-masing atau tidak lagi masuk ke Solo. Hari enggan berkomentar saat ditanya Espos soal penyebab warga luar daerah enggan masuk Solo lagi karena telah mengetahui ada imbauan dari Wali Kota Solo untuk tidak menyalakan kembang api dan petasan pada perayaan malam tahun baru ini.

“Saya tidak tahu pasti kenapa kepadatan arus lalu lintas di Solo pada malam ini turun dibanding tahun lalu. Mungkin karena di daerah masing-masing juga ada gelaran menarik dalam rangka menyambut malam tahun baru 2018,” jelas Hari.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….