Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Senin, 1 Januari 2018 21:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Lagi, Miras Oplosan Renggut Nyawa di Jogja

Korban miras berjatuhan

Solopos.com, JOGJA-Minuman keras (Miras) oplosan kembali merenggut nyawa. Dua orang warga Kecamatan Danurejan meninggal dunia diduga setelah menenggak miras oplosan.

Kedua korban adalah warga Kelurahan Tegal Panggung, Danurejan, Sugiman, 51, dan Umar Rahardjo, 58. Keduanya pesta miras pada Selasa, 26 Desember malam lalu di Ledok Tukangan, Tegal Pangung.”Kemungkinan korban bisa bertambah karena saat minum ada enam orang,” kata Kepala Polsek Danurejan Komisaris Aslori, melalui pesan singkat selular, Senin (1/1/2018).

Aslori mengatakan, selain dua korban meninggal dunia, ada dua korban lainnya yang masih dirawat di Rumah Sakit Bethesda. Keduanya Slamet, 48, warga Tegal Panggung, Danurejan dan Diah Sari, warga Surokarsan, Mergangsan. Keduanya ikut minum bersama korban tewas.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian dan menemukan tiga botol bekas minuman berisi yang diduga bekas miras. Pihaknya belum bisa memastikan karena kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Reserse Krimnal Polresta Jogja untuk penanganan lebih lanjut.

Aslori hanya mendapat informasi bahwa yang membawa miras oplosan itu adalah almarhum Sugiman. “Kalau dari keterangan saksi Diah Sari yang masih opname di rumah sakit, miras yang dibawa Sugiman diperoleh dari saudara Deden di Gunungketur, Pakualaman,” papar dia.

Deden sampai kemarin sedang dimintai keterangan oleh penyidik Polresta Jogja. Sebelumnya korban tewas akibat miras oplosan juga terjadi di wilayah Gedongtengen satu orang, kemudian di wilayah Cokrodiningratan Jetis dua orang. Kejadian tersebut hampir bersamaan pada pekan keempat bulan lalu.

Banyaknya korban miras oplosan menjadi keprihatinan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi. Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jogja tidak kurang untuk merazia miras. Demikian juga kepolisian yang terus berupaya menindak para penjual miras.

Menurut dia, butuh kepedulian semua pihak dalam memberantas miras, terutama pengurus RT dan RW untuk selalu mengingatkan jika menemukan adanya indikasi pesta miras di dilingkungannya masing-masing, “Kalau ada warga yang mau minum [miras] supaya dicegah,” kata Heroe, Sabtu pekan lalu.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….