Malioboro, pada malam terakhir di tahun 2017, menjadi tempat berkolaborasinya dua kebudayaan besar di Indonesia, yakni Jawa dan Sunda. (Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika) Malioboro, pada malam terakhir di tahun 2017, menjadi tempat berkolaborasinya dua kebudayaan besar di Indonesia, yakni Jawa dan Sunda. (Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika)
Senin, 1 Januari 2018 08:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Kolaborasi Wayang Malam Tahun Baru Digelar Hingga Pukul 02.00 WIB

Lakon yang dibawakan berjudul Bomantara

Solopos.com, JOGJA-Wisatawan mulai meninggalkan Malioboro secara teratur sekitar pukul 01.00, Senin (1/1/2018). Pusat Jogja yang sebelumnya dibanjiri manusia, kala itu mulai terasa sedikit lengang. Namun, hiburan belum berhenti. Kolaborasi wayang kulit dan wayang golek terus berlangsung.

Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY Wardoyo mengatakan, lakon yang dibawakan oleh Ki Gondo Suharno dan Ki Sucipto berjudul Bomantara. Pementasan dijadwalkan tetap berjalan hingga pukul 02.00 WIB.

Prabu Bomantara adalah raja negara Trajutisna atau Prajatisa.  Prabu Bomantara masih keturunan Bathara Kalayuwana, putra Bathara Kala dengan Batari Durga. Karena ketekunannya bertapa, ia menjadi sangat sakti dan memiliki syarat lengkap jadi seorang penjahat yang angkuh, bengis, licik, tanpa ampun, rakus dan keras kepala. Orang ini akhirnya tewas setelah dikalahkan Prabu Narakasura, putra Prabu Kresha.

Wardoyo mengatakan, kolaborasi antara kesenian Sunda dan Jawa itu dilakukan dengan cara membawakan lakon Bomantara secara bergantian.”Ada segmen-segmennya,” ucapnya, Senin (1/1/2018).

Sederhananya, satu bab dibawakan Ki Gondo Suharno yang membesut wayang kulit dan bab berikutnya, gantian Ki Sucipto beraksi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengatakan kolaborasi wayang kulit dan wayang golek merupakan kebersamaan yang indah. Ia menyatakan, sengaja mendatangkan pentas wayang golek pada acara Gebyar Tahun Baru 2018, supaya pilihan hiburan bagi wisawatan semakin beragam.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….