Pria renta di Kecamatan Pamotan, Kabupaten Semarang, Jateng menangis menerima tamu yang memberikan bantuan berupa nasi bungkus ke rumahnya. (Facebook.com-Bambang Setyawan) Pria renta di Kecamatan Pamotan, Kabupaten Semarang, Jateng menangis menerima tamu yang memberikan bantuan berupa nasi bungkus ke rumahnya. (Facebook.com-Bambang Setyawan)
Senin, 1 Januari 2018 19:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH TRAGIS
Lama Kesepian, Pria Tua di Semarang Nangis Didatangi Tamu

Kisah tragis menimpa seorang pria renta di Kabupaten Semarang yang sudah lama hidup dalam kesepian.

Solopos.com, SEMARANG – Seorang pria renta berusia 83 tahun di Kecamatan Pamotan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) harus hidup diselimuti kisah tragis. Pria itu dikabarkan sudah sangat lama hidup dalam kesepian.

Pria renta itu kemudian mengundang perhatian publik pengguna Internet (netizen) setelah kisah tragisnya dibagikan pengguna akun Facebook Bambang Setyawan di dinding grup Facebook Cinta Salatiga, Minggu (31/12/2017). Ia menjelaskan pria itu menangis kala rumahnya didatangi tamu yang tak lain adalah sukarelawan dari Sukarelawan Lentera Kasih untuk Sesama (Lensa).

“Saat diberikan nasbung [nasi bungkus], lelaki yang dulunya sangat gagah itu tiba-tiba menangis. Ia yang biasa dalam kesendirian, terkaget-kaget ketika muncul seorang perempuan muda yang memberikan perhatian sekaligus merangkulnya,” papar pengguna akun Facebook Bambang Setyawan. Sayang, Bambang tak membeberkan nama pria renta tersebut.

Salah satu potret kemiskinan di Jateng itu kemudian mengundang rasa iba netizen. Sebagian dari mereka juga mengaku terharu setelah membaca kisah tragis itu. “Ya Allah kasihan, tak bisa aku byangkan bila saya seperti itu saya ikut terharu melihatnya,” ungkap pengguna akun Facebook Widia Wati.

Masa Alloh melok netes luhkuu [Menetes air mataku],” tulis pengguna akun Facebook Dewi Saranghe Saranghe.

Astagfirullah ya Allah. Terharu, kasihan sekali,” timpal pengguna akun Facebook Sopo Nyono Nyono.

Pengguna akun Facebook Bambang Setyawan menjelaskan komunitas Lensa memang kerap memberika bantuan kepada orang-orang yang mengalami kisah tragis seperti itu di wilayah Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Nasi bungkus merupakan bantuan yang kerap diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Bambang mengaku merasa sedih melihat potret kemiskinan seperti itu masih bisa ditemukan di wilayah Jateng, dalam hal ini di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. “Cilakanya, di Salatiga dan Kabupaten Semarang masih banyak sosok-sosok seperti dirinya. Terkait hal tersebut, percayalah dengan berbagi nasbung [nasi bungkus], Anda sudah mampu membahagiakan kaum papa,” tulisnya. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….