Pedagang di Pasar Demangan Jogja mengaku menjual daging ayam hingga seharga Rp35.000 per kilogram, Senin (1/1/2018). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N) Pedagang di Pasar Demangan Jogja mengaku menjual daging ayam hingga seharga Rp35.000 per kilogram, Senin (1/1/2018). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N)
Senin, 1 Januari 2018 15:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Harga Daging Ayam Masih Rp35.000 per Kg

Permintaan yang relatif meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan stok

Solopos.com, JOGJA-Harga daging ayam masih bertahan sekitar Rp35.000 per kilogram (kg) pada hari pertama di tahun 2018. Permintaan yang relatif meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan stok yang cenderung masih sedikit.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja di Pasar Demangan, Jogja, Senin (1/1/2018), para pedagang menjual daging ayam seharga Rp34.000 hingga Rp35.000 per kg. Kisaran harga itu berlaku sejak Sabtu (30/12/2017) akhir pekan kemarin. “Pas Natal kemarin sudah Rp33.000 lalu naik terus,” kata seorang pedagang, Bubuh, Senin (1/1/2018).

Bubuh mengungkapkan, permintaan daging ayam memang meningkat signifikan dalam sepekan belakangan. Dia mengaku bisa menjual sebanyak 40-50 kg per hari, jauh lebih banyak dibanding hari biasa yang rata-rata hanya 5-10 kg. Namun, itu tidak diimbangi dengan stok daging ayam. “Stoknya itu mulai susah setelah ada banjir kemarin,” ujar Bubuh.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Kresnawati. Harga daging ayam sebelumnya relatif stabil pada kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per kg. Namun, kondisi harga menjadi fluktuatif paska adanya bencana banjir di sejumlah wilayah pada akhir November 2017 lalu. Menurutnya, cuaca buruk bukan hanya menghambat distribusi, melainkan juga perawatan dan pembesaran ayam potong di tingkat peternak.

Di sisi lain, daging sapi dijual stabil seharga Rp120.000 per kg. Para pedagang malah mengeluhkan rendahnya permintaan konsumen terhadap komoditas ini. “Kemarin dikiranya bakal ramai pas Natal atau tahun baru tapi ternyata enggak. Padahal sudah ditambah stoknya,” ungkap Tri, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Demangan.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….