Ilustrasi pendaki Gunung Merapi (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi pendaki Gunung Merapi (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 29 Desember 2017 16:47 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

TAHUN BARU 2018
Pendaki Merapi Dibatasi 2.500 Orang dan Dilarang Lakukan Ini

Jumlah pendaki yang naik ke Merapi pada malam Tahun Baru dibatasi hanya 2.500 orang.

Solopos.com, BOYOLALI — Jumlah pendaki Gunung Merapi pada puncak perayaan pergantian tahun 2017/2018 dibatasi maksimal 2.500 orang. Selain itu, pendaki juga dilarang membawa kembang api dan membuat perapian selama pendakian.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merapi, Suwiknya. “Seperti musim pendakian lainnya yakni pada malam 17 Agustus dan malam Sura, pendaki dibatasi 2.500 orang,” ujarnya kepada wartawan di Selo, beberapa waktu lalu.

Untuk memantau jumlah pendaki tersebut, BTNG bekerja sama dengan personel di basecamp dua jalur pendakian resmi yakni Sapuangin dan Selo. BTNG juga meminta pendaki agar tidak mendaki ke puncak Merapi.

Mereka hanya diperkenankan naik sampai kawasan Pasar Bubrah. “Mohon dipatuhi aturannya bahwa pendakian hanya diizinkan sampai Pasar Bubrah,” imbuhnya.

Selain itu, pendaki juga dilarang merayakan pesta pergantian tahun dengan menyalakan kembang api, terlebih petasan. “Msekipun saat ini sedang musim penghujan, tapi mereka tidak diperkenankan membuat perapian dan membawa kembang api atau petasan. Ini semua untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan bersama.”

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….