Petugas Satpol PP Wonogiri menertibkan lapak PKL di dekat Pasar Baturetno I, Rabu (27/12/2017). (Istimewa/Camat Baturetno Teguh Setiyono) Petugas Satpol PP Wonogiri menertibkan lapak PKL di dekat Pasar Baturetno I, Rabu (27/12/2017). (Istimewa/Camat Baturetno Teguh Setiyono)
Jumat, 29 Desember 2017 05:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Ganggu Pemandangan, Lapak PKL Sekitar Pasar Baturetno Wonogiri Dibersihkan Satpol PP 

Petugas Satpol PP Wonogiri membersihkan lapak PKL di sekitar Pasar Baturetno yang baru kelar direvitalisasi.

Solopos.com, WONOGIRI — Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang tak terurus di sekitar Pasar Baturetno I, Baturetno, Wonogiri, Rabu (27/12/2017).

Langkah itu dilakukan agar kawasan pasar yang baru rampung direvitalisasi itu rapi dan indah. Kepala Satpol PP Wonogiri, Waluyo, kepada Solopos.com, Kamis (28/12/2017), mengatakan PKL yang berjualan di trotoar sekitar Pasar Baturetno I ada sejak pasar direvitalisasi.

Mereka berjualan menggunakan meja dan kursi kayu tanpa atap. Setelah tutup, mereka meninggalkan meja dan kursi sehingga lokasi itu tak sedap dipandang. Atas kondisi itu Satpol PP menertibkan supaya kawasan sekitar pasar bersih dan indah. (Baca: Revitalisasi Pasar Baturetno Ditambah Rp2,6 Miliar untuk Ini)

“Pasarnya kan sudah bagus, masa di luarnya ada lapak begitu. Lebih baik kan kalau sekitar pasar bersih, jadi terlihat indah dan nyaman bagi semua orang. Kalau berjualan sore hingga malam enggak apa-apa, tapi lapak enggak boleh ditinggal,” kata Waluyo saat dihubungi Solopos.com.

Selain lapak PKL, tim juga menertibkan sejumlah baliho, papan reklame, dan sejenisnya yang menutupi wajah pasar. Penertiban dikoordinasikan dengan pihak ketiga dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).

Pihak bersangkutan bersedia memindahkan ke lokasi lain yang tidak menutupi pasar. “Kami juga menertibkan tumpukan kresek yang berisi rosok tak jauh dari pasar. Kresek-kresek itu meluber sampai ke tepi jalan, jadi kawasan sekitarnya terlihat kumuh. Warga sebelumnya juga mengeluhkan kondisi itu,” imbuh Waluyo.

Terpisah, Camat Baturetno, Teguh Setiyono, mendukung penuh penertiban yang dilakukan Satpol PP. Pasar Baturetno I merupakan representasi geliat ekonomi warga Baturetno.

Setelah direvitalisasi dan tampak megah, sudah selayaknya pasar dijaga kebersihan dan keindahannya. Terlebih, Pasar Baturetno I yang akan berganti nama menjadi Pasar Bung Karno itu merupakan etalase pembangunan Wonogiri di wilayah perbatasan dengan Jawa Timur.

“Semua pihak harus menjaga dan merawat pasar. Perannya bisa dengan mematuhi rambu lalu lintas dekat pasar, tidak berjualan di tempat-tempat yang dilarang, dan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Teguh.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….