Operator mengoperasikan alat berat untuk membersihkan longsoran tanah di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) di Desa Genting, Cepogo, beberapa waktu lalu. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Operator mengoperasikan alat berat untuk membersihkan longsoran tanah di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) di Desa Genting, Cepogo, beberapa waktu lalu. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Kamis, 28 Desember 2017 23:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

INFRASTRUKTUR BOYOLALI
Jalur SSB Sudah Mulus Tapi Awas Longsor Masih Mengancam

Perbaikan jalur Solo-Selo-Borobudur sudah selesai sehingga jalannya kini mulus.

Solopos.com, BOYOLALI — Betonisasi jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) sudah selesai. Jalur itu kini menjadi pilihan pengguna jalan dari Boyolali-Magelang atau sebaliknya pada musim libur Natal dan Tahun Baru.

SSB wilayah Boyolali yang dimulai dari Kecamatan Boyolali hingga Kecamatan Selo sudah tertutup cor. Bahkan ruas Desa Paras hingga Desa Cepogo sudah diaspal sehingga jalan kian mulus.

Saat Solopos.com menyusuri jalur tersebut dari Kota Boyolali hingga kawasan Pasar Selo, pekan lalu, perjalanan cukup lancar. Jumlah kendaraan juga belum terlalu banyak sehingga menghemat waktu perjalanan. (Baca: Ini Perkembangan Perbaikan Jalur SSB Selo-Jrakah)

Namun, perjalanan sedikit terhambat di Jembatan Grawah, Cepogo, yang ambol beberapa waktu lalu. Kendaraan roda empat terpaksa bergantian menggunakan satu lajur jembatan darurat. Sedangkan pengguna roda dua melintas pada sisa jalan yang tidak ikut ambrol di sisi jembatan darurat.

Lepas dari kawasan jembatan itu, pengguna jalan dari kedua arah dapat melaju kembali dengan lancar. Sementara itu, tepi jalur SSB berbatasan langsung dengan tebing dan jurang. Di beberapa lokasi terdapat longsoran dengan skala kecil.

Salah satu pengawas proyek rehab SSB Sumarwan mengatakan pekerjaan pengecoran SSB sudah selesai sejak beberapa waktu lalu sehingga saat ini sudah siap menampung arus lalu lintas di musim liburan Natal dan Tahun Baru. (Baca: Tahun Ini, Jalur SSB Digelontor Rp36 Miliar)

Meski demikian, dia mengimbau pengguna jalan tetap mewaspadai ancaman longsor mengingat sebagian jalur SSB berbatasan langsung dengan tebing dan jurang. “Longsor tetap harus diwaspadai terutama pada saat hujan atau setelahnya,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela penanganan longsor di jalur SSB di Desa Genting, Cepogo.

Sebagai informasi, pengecoran untuk perbaikan jalur SSB sepanjang sekitar 7 km itu dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (pemprov Jateng) melalui Dinas Binamarga Ciptakarya itu dan merupakan lanjutan dari proyek serupa pada 2016.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…