Salah satu jembatan di Wonogiri yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Salah satu jembatan di Wonogiri yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Jumat, 22 Desember 2017 21:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

BENCANA WONOGIRI
Rumah Roboh bakal Dibantu Minimal Rp15 Juta/Unit

Pemkab Wonogiri siap menyalurkan bantuan untuk rumah warga yang roboh akibat bencana senilai Rp15 juta per rumah.

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah rumah warga Wonogiri yang roboh akibat tanah longsor akhir bulan lalu akan mendapat bantuan senilai Rp15 juta/rumah. Anggaran tersebut bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Namun, dana bantuan untuk korban bencana itu belum cair hingga saat ini. Tadinya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri akan ke Jakarta untuk mengurus pencairan data bantuan dari BNBP itu pada Selasa (19/12/2017) kemarin .

Tetapi, BNPB mengubah rencana tersebut. “Sebenarnya kami diundang pada 19 Desember mengenai bantuan dari BNBP, namun hingga saat ini belum ada kepastian,” ujar Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, kepada Solopos.com, Jumat (22/12/2017).

Sementara bantuan dari Pemprov Jateng saat ini dalam tahapan pelaporan dampak bencana. Bupati menyebut angka kerusakan bencana banjir dan tanah longsor kemarin senilai Rp25 miliar.

Penghitungan itu hanya untuk kerusakan infrastruktur umum seperti jembatan, belum termasuk rumah dan pertanian warga. “Dana Rp25 miliar itu nantinya kami cukupi dengan dana kolaborasi dari pemkab, pemprov, dan pusat,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan saat ini penanganan infrastruktur umum yang rusak menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp1,9 miliar. Sebagian besar penggunaan dana itu untuk memperbaiki jembatan yang rusak berat. Sedikitnya 16 jembatan di Wonogiri rusak akibat bencana.

Sementara rumah warga yang roboh sedikitnya ada 65 rumah. Selain itu, ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. “Kemarin data yang masuk ke kami ada 65 rumah roboh. Lalu ada data baru dari Manyaran, jumlah melonjak. Oleh karena itu, kami verifikasi ulang,” jelasnya.

Setiap rumah yang roboh akan mendapatkan dana stimulan untuk perbaikan minimal Rp15 juta. Namun, Bupati belum bisa memastikan jumlahnya lantaran dana bantuan itu dari BNPB dan Pemprov Jateng. “Alokasi anggarannya sekitar angka itu. Apakah nanti berupa barang atau uang, kami juga masih menunggu,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…