Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo menggelar Rapat Koordinasi Inventarisasi Masalah terkait Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 di RM Nggirli, Wates, Kulonprogo, Rabu (20/12/2017). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo menggelar Rapat Koordinasi Inventarisasi Masalah terkait Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 di RM Nggirli, Wates, Kulonprogo, Rabu (20/12/2017). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 21 Desember 2017 02:21 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PEMILU 2019
Muncul Opsi Penambahan Dapil di Kulonprogo

Jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) di Kulonprogo berpeluang berubah pada Pemilu 2019 mendatang

 

Solopos.com, KULONPROGO-Jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) di Kulonprogo berpeluang berubah pada Pemilu 2019 mendatang. Muncul opsi untuk menambah atau justru mengurangi Dapil yang pada Pemilu 2014 lalu dibagi menjadi lima.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, Muh.Isnaini di sela Rapat Koordinasi Inventarisasi Masalah terkait Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 di RM Nggirli, Wates, Kulonprogo, Rabu (20/12/2017).

Dia mengatakan, ada beberapa beberapa alternatif selain memakai Dapil lama yang jumlahnya lima lagi. “Kulonprogo ini bisa jadi empat dengan asumsi satu Dapil tiga kecamatan atau malah enam Dapil di mana satu Dapil terdiri dari dua kecamatan,” kata Isnaini.

Sebanyak lima Dapil sebelumnya ditetapkan untuk Kulonprogo pada Pemilu 2014. Dapil I terdiri dari Kecamatan Temon, Wates, dan Panjatan, Dapil II Kecamatan Pengasih dan Kokap, Dapil III Kecamatan Girimulyo, Kalibawang, dan Samigaluh, Dapil IV Kecamatan Sentolo dan Nanggulan, sedangkan Dapil V mencakup Kecamatan Galur dan Lendah.

Isnaini memaparkan, jumlah Dapil masih mungkin berubah dengan mempertimbangkan tujuh prinsip penyusunan Dapil. Lagi pula dalam Peraturan KPU RI, terdapat regulasi yang menyebutkan tentang alokasi khusus bagi jumlah kursi di setiap Dapil, yaitu minimal tiga dan maksimal 12 kursi.

Dapil bisa dipecah jika diketahui menghasilkan lebih dari 12 kursi. Sebaliknya, Dapil berpotensi digabung jika jumlah kursinya kurang dari tiga.

Isnaini lalu mengungkapkan, jumlah Dapil Pemilu 2019 akan ditetapkan KPU RI pada awal Maret 2018.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…