Ilustrasi pengungsi Rohingya yang terjangkit wabah difteri (Dhakatribune.com) Ilustrasi pengungsi Rohingya yang terjangkit wabah difteri (Dhakatribune.com)
Rabu, 20 Desember 2017 19:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Pulang dari Jakarta, Warga Girimarto Wonogiri Positif Difteri

Seorang warga Girimarto, Wonogiri, dipastikan positif kena penyakit difteri.

Solopos.com, WONOGIRI — Seorang warga Desa Nungkulan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, berinisial WI, 27, dipastikan positif terkena difteri. Saat ini WI dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Soemarso Wonogiri.

Sebenarnya ada dua pasien RSUD tersebut yang dicurigai atau suspect difteri. Satu lagi seorang anak usia 3 tahun asal Desa Dawungan, Kecamatan Jatisrono, berinisial AKH.

Namun, dari hasil pemeriksaan, AKH dinyatakan negatif. “Pasien yang balita masuk dengan ciri suspect difteri pada Sabtu [16/12/2017], tetapi dinyatakan negatif. Sedangkan pasien dewasa masuk Selasa [19/12/2017] dan dinyatakan positif,” ungkap Direktur Utama RSUD Wonogiri, Setyarini, ketika dihubungi Solopos.com, Rabu (20/12/2017).

Dia menjelaskan pasien perempuan dewasa itu sedang menjalani pengobatan dan perawatan di ruang isolasi RSUD Wonogiri. Sementara pasien balita saat ini kondisinya sudah membaik. Bahkan rumah sakit mengizinkan anak balita itu untuk dibawa pulang besok.

“Ini kasus pertama yang kami tangani. Tetapi kami tidak terkejut karena kami sudah punya satgas KLB, sudah punya protap dan alur penanganannya,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat menjaga imunitasnya agar tidak terkena difteri. Apalagi menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018. Pasien yang positif itu merupakan perantau di Jakarta yang tengah pulang ke kampung halamannya.

“Agar imunitas tinggi orang dewasa bisa vaksin. Kalau dewasa tingkat terjangkitnya 20 persen, jadi lebih tinggi dari anak-anak. Jadi harus diimunisasi. Tetapi kalau dewasa pemerintah tidak menyediakan vaksinnya jadi harus imunisasi sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma, mengatakan akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan ke rumah pasien sekaligus memeriksa imunisasi keluarga dan tetangganya, Kamis (21/12/2017). “Kami baru minta konfirmasi laboratorium. Besok kami juga ke Semarang untuk mengambil bahannya [vaksin] karena di Wonogiri tidak ada pembiakan bakterinya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pasien yang positif difteri baru pulang dari Jakarta pada Jumat (15/12/2017) lalu dengan keluhan tenggorokan sakit dan panas. Pasien itu lalu periksa ke dokter umum, namun belum ada perbaikan kondisi sehingga dirujuk ke RSUD pada Selasa.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bakteri gramnya positif. Artinya mengarah ke difteri, kami curiga. Tetapi, untuk pastinya kami konfirmasi laboratorium lagi,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…