Tim Polsek Gondang bersama anggota SAR dari BPBD dan PMI mengevakuasi jenazah seorang pria di Sungai Paingan, Tegalrejo, Gondang, Sragen, Rabu (20/12/2017). (Istimewa/AKP Suhardi/Polsek Gondang) Tim Polsek Gondang bersama anggota SAR dari BPBD dan PMI mengevakuasi jenazah seorang pria di Sungai Paingan, Tegalrejo, Gondang, Sragen, Rabu (20/12/2017). (Istimewa/AKP Suhardi/Polsek Gondang)
Rabu, 20 Desember 2017 20:17 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENEMUAN MAYAT SRAGEN
3 Hari Menghilang, Kakek-Kakek Tegalrejo Ditemukan Membusuk di Sungai

Seorang kakek-kakek asal Tegalrejo, Sragen, ditemukan membusuk di Sungai Paingan desa tersebut.

Solopos.com, SRAGEN — Patmo Wiyono, 80, warga Dukuh Nduri RT 014, Desa Tegalrejo, Gondang, Sragen, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Paingan, Desa Tegalrejo, Rabu (20/12/2017) pukul 08.00 WIB.

Patmo diketahui menghilang tiga hari lalu, tepatnya Minggu (17/12/2017) pukul 03.00 WIB. Istri Patmo, Yatmi, 75, mengetahui suaminya pergi dari rumah tanpa pamitan pada Minggu dini hari.

Yatmi memberitahukan kepergian suaminya kepada keluarganya dan masyarakat sekitar. Begitu mendengar kabar itu masyarakat setempat langsung mencari Patmo di daerah perkebunan dan sungai di sekitar rumah.

Harwito, 53, perangkat Desa Tegalrejo asal Paingan RT 015, Tegalrejo, bersama Sujoko , 38, warga Dukuh/Desa Tegalrejo RT 011, mencari di sekitar sungai. Sekira pukul 08.00 WIB, Rabu, Sarjoko melihat jenazah seorang pria tersangkut batu di tengah Sungai Paingan.

Ia memeriksa jenazah itu dan ternyata benar Patmo yang sudah meninggal dunia. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Kepala Desa Tegalrejo Heru Setiawan dan dilanjutkan laporan ke Polsek Gondang.

Kapolsek Gondang AKP Suhardi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membenarkan kejadian itu saat dihubungi Solopos.com, Rabu malam. Kapolsek berkoordinasi dengan Unit Identitas Polres Sragen dan tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mengevakuasi Patmo.

Setelah dievakuasi, kata dia, jenazah diperiksa dan ternyata tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. “Dari keterangan keluarga korban mengalami sakit sesak napas dan kakinya bengkak serta sudah pikun. Dugaannya korban yang pikun dan saat melewati sungai tiba-tiba tercebur. Jarak lokasi penemuan dan rumah korban sekitar 400 meter. Jenazah ditemukan dalam kondisi membusuk,” ujarnya.

Jenazah Patmo kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Keluarga juga membuat pernyataan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…