Eks kiper Persija Jakarta, Galih Sudaryono, berpose di dekat mainan odong-odong miliknya yang disewakan di Sunday Market kompleks Stadion Manahan, Solo, Minggu (26/7/2015). (Imam Yudha/JIBI/Solopos) Eks kiper Persija Jakarta, Galih Sudaryono, berpose di dekat mainan odong-odong miliknya yang disewakan di Sunday Market kompleks Stadion Manahan, Solo, Minggu (26/7/2015). (Imam Yudha/JIBI/Solopos)
Selasa, 19 Desember 2017 18:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

Galih Sudaryono Ikuti Tes Medis di Persis Solo

Persis Solo tengah membangun skuat untuk musim depan.

Solopos.com, SOLO — Kejutan muncul dalam hari kedua tes medis Persis Solo di Laboratorium Klinik Budi Sehat, Selasa (19/12/2017). Kiper Kalteng Putra, Galih Sudaryono, menjadi salah satu pemain yang mengikuti tes untuk proyeksi skuat Laskar Sambernyawa 2018. Namun manajemen Persis maupun sang pemain masih enggan berkomentar banyak ihwal kemungkinan transfer.

Pantauan Solopos.com, Galih sudah berada di Klinik Budi Sehat sekitar pukul 08.00 WIB untuk menjalani tes medis. Dia hadir bersama anak perempuannya. Eks kiper Timnas U-19 dan U-23 ini menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk mengikuti tes berupa pemeriksaan fisik dan kebugaran, tes urine, tes darah dan treadmill. Selain Gallih, tes medis pagi itu diikuti eks sayap Cilegon United, Jalwandi, dan mantan pemain Persikabo Bogor, Setiawan.

Meski sudah menjalani tes medis, Galih menampik sudah ada kejelasan ihwal kepindahannya ke Laskar Sambernyawa. Dia mengaku masih menunggu keputusan manajemen untuk pembicaraan lebih lanjut. “Tadi hanya ikut tes medis saja, belum ada keputusan apa-apa,” ujar kiper yang bertempat tinggal di Palur, Karanganyar, itu saat berbincang dengan Espos seusai tes medis.

Bagi pendukung Persis, nama Galih Sudaryono jelas tak asing. Mantan kiper Persija Jakarta dan Pusamania Borneo FC ini bisa dibilang “biang kerok” kegagalan Persis promosi ke Liga 1 musim lalu. Itu setelah penampilan gemilangnya di bawah mistar gawang Kalteng Putra saat membekuk Persis 1-0 dalam laga hidup mati di babak delapan besar Liga 2. Saat itu kiper berusia 30 tahun tersebut membuat sejumlah penyelematan krusial, termasuk menggagalkan penalti Tri Handoko.

Media Officer Persis, Budi Cahyono, membenarkan Galih sudah mengikuti rangkaian tes medis. Namun Budi menegaskan klub belum membuka negosiasi untuk merekrut kiper cekatan itu. “Kami belum tahu apakah nanti Galih jadi berlabuh ke Persis atau tidak,” ujar dia.

Namun melihat Persis yang sudah melepas tiga kipernya musim lalu, termasuk kiper inti, Agung Prasetyo, Galih agaknya menjadi bidikan realistis untuk menjadi penjaga gawang utama. Persis juga masih menyisakan dua slot untuk pemain berusia 25 tahun ke atas. Sebelumnya Persis telah menjajal kiper Perserang Serang, Andri Prabowo, dalam tes medis, Senin (18/12).

Budi menambahkan tes medis masih diperpanjang hingga Rabu (20/12/2017) untuk Soni Setiawan. Bek sayap Persis itu berhalangan hadir pada Selasa lantaran sang anak sakit. Jika Soni mengikuti tes, berarti sudah ada 16 pemain yang menjalani tes medis.

Budi memproyeksi Persis butuh sekitar 23-25 pemain untuk mengarungi musim kompetisi. “Sisa kebutuhan pemain akan diisi lewat seleksi undangan. Kami tidak menggelar seleksi terbuka untuk pertimbangan efisiensi,” tutur Budi.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…