General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama (dua kanan) bersama Komandan Lanud Adisutjipto, Novyan Samyoga (kanan) meninjau proyek travelator yang menghubungkan Terminal B dengan A, Senin (18/12/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama (dua kanan) bersama Komandan Lanud Adisutjipto, Novyan Samyoga (kanan) meninjau proyek travelator yang menghubungkan Terminal B dengan A, Senin (18/12/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 19 Desember 2017 17:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Bandara Adisutjipto Bangun Travelator Sepanjang 300 Meter

PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Adisutjipto membangun travelator atau ramp berjalan yang menghubungkan terminal B dengan A

Solopos.com, SLEMAN-Menyadari akan kebutuhan kenyamanan penumpang yang semakin tinggi, PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Adisutjipto membangun travelator atau ramp berjalan yang menghubungkan terminal B dengan A atau sebaliknya. Proyek ini ditargetkan dapat dioperasionalkan pada akhir Desember 2017.

General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan, pembangunan travelator sepanjang 300 meter ini bermula dari keluhan penumpang yang merasakan ketidaknyamanan saat harus berjalan dari terminal B menuju lokasi parkir pesawat.

Awalnya, kata Pandu, PT Angkasa Pura 1 membangun Terminal B yang lokasinya sekitar 300 meter dari Terminal A sebelah barat. Namun karena keterbatasan apron atau tempat parkir pesawat, pesawat bisa saja parkir di apron yang tidak sesuai dengan keberangkatannya.

Dengan kondisi itu, penumpang internasional yang ada di Terminal B harus berjalan ke apron Terminal A, begitu pula sebaliknya.

“Sementara jarak antara B dengan A sekitar 300 meter. Mereka [penumpang] mengeluhkan pelayanan saat hujan kehujanan dan panas kepanasan maka AP 1 ingin melayani dengan membangun travelator yang panjangnya 300 meter,” katanya seusai meninjau proyek travelator bersama Komandan Lanud Adisutjipto, Novyan Samyoga, Senin (18/12/2017).

Travelator dibangun dalam bentuk lorong panjang berkaca sehingga tidak membuat penumpang terkena paparan panas matahari maupun hujan. Penumpang dari Terminal A atau B tidak perlu berjalan karena dapat memanfaatkan travelator yang dirancang dengan dua jalur (double track) itu.

Saat ini, proyek pembangunan travelator sudah mencapai 97%. Pandu menargetkan pada akhir Desember 2017, fasilitas mewah ini dapat dioperasionalkan. “Sudah bisa dipasang [travelatornya] dan tinggal lantainya saja,” kata Pandu.

Ia sendiri enggan menyebutkan besaran anggaran yang dikeluarkan. Namun ia berani memastikan bahwa anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan travelator tersebut sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Pandu mengatakan, proyek travelator ini dilakukan untuk memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Hal yang sama juga sudah dilakukan dengan beautifikasi toilet beberapa waktu lalu.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…