Elya Hasnida berusaha memeluk ibunya yang mengidap Alzheimer (Instagram) Elya Hasnida berusaha memeluk ibunya yang mengidap Alzheimer (Instagram)
Senin, 18 Desember 2017 09:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Ibu Idap Alzheimer, yang Dilakukan Putrinya Saat Menikah Bikin Terharu

Elya Hasnida berbagi cerita saat sungkem dengan ibunya yang mengidap Alzheimer.

Solopos.com, JAKARTA – Hadirnya orang tua saat proses pernikahan adalah sebuah hal yang sangat penting bagi seorang anak. Ekspresi bahagia, doa, dan restu orang tua akan menyempurnakan hari pernikahan. Namun, bagaimana jadinya meski orang tua datang di saat pernikahan anak, namun sang orang tua tidak paham apa yang sedang terjadi?

Cerita mengharukan diunggah di akun Instagram @elyahasnida dan akun milik kakaknya @aldoakira. Elya Hasnida harus menerima kenyataan bahwa ibu kandungnya tidak mengenal Elya disaat hari pernikahan bahkan menolak untuk diajak berpelukan. Elya mengunggah foto kisahnya itu, Minggu (10/12/2017).

“Sebenarnya sakit perasaan ini saat melihat beliau hanya menatap ku tanpa tahu apa yang terjadi. Bahkan ibu menolak untuk memelukku. Alhamdulillah mama panjang umu, bisa dibujuk turun dari mobil untuk melihat akan dan bisa sungkeman walaupun sebenarnya dia nggak paham. Bahkan sampai detik ini mama ngak tau kalau anak bungsu perempuan satu-satunya ini udah nikah. Bersyukur, biar pun dia nggak ingat gue anaknya, bukan berarti gue ikutan lupa dia ibu yang ngelahirin gue danharus dirawat sebaik-baiknya,” tulis Elya.

Berdasarkan keterangan di akun @aldoakira, pernikahan Elya diselenggarakan pada Sabtu (25/11/2017). Pria yang bekerja sebagai make up artist itu menjelaskan ibunya menderita Alzheimer sehingga lupa dengan keluarganya.

“Mamaku yang sakit dementia #Alzheimer, alhamdulillah pagi itu beliau masih mau dipakaikan baju bagus, meskipun harus usaha dulu dibujuk dan dirayu, dan masih bisa hadir saat prosesi akan nikah. Namun terlihat jelas raut wajah mama sepertinya beliau sudah sangat kesulitan dalam hal mengingat, serta tidak paham dan mengerti lagi sedang ada acara apakah ini. Selesai akad nikah mama langsung dibawa lagi ke mobil dan tak lama kemudian beliau agak kesal karena kebingungannya datang tiba-tiba, lalu beliau meminta dianta pulang,” tulis @aldoakira.

Cerita Elya dan Aldo mengenai ibu mereka yang menderita Alzheimer itu mengundang simpati dari warganet. Tak ayal, warganet tak hanya mendoakan pernikahan Elya, namun juga memberi semangat, berbagi pengalaman serupa, dan mendoakan ibu Elya dan Aldo.

“Ya Allah, ikut hangat hati ini ngelihatnya. Semoga ibu segera diberi kesembuhan dan keluarga bisa sabar menghadapinya. Sakinah mawadah warahmah untuk pernikahannya,” tulis @atikurn.

“Mamaku pun juga alzheimer, kita sebagai anak harus tetap semangat,” tulis @novitaasrxo.

“Merinding bacanya, semoga cepat sembuh mamahnya ya,” tulis @miramaryantii.

“Subhanallah, surga ada di tangan untuk anak yang selalu cinta kepada orang tuanya apapun kondisinya,” tulis @journey1513. “Sedih banget bacanya, terharu untukkekuatan hati kamu Mbak,” tulis @erikasinaga10.

Alhamdulillah bisa mendandani adik kandungku tersayang di hari bahagia nya, 25 November 2017.. • • Mama ku yang sakit dementia #Alzheimer Alhamdulillah pagi itu beliau masih mau dipakaikan baju bagus meskipun agak usaha dulu dibujuk dan dirayu, dan masih bisa hadir saat prosesi akad nikah, namun jelas terlihat raut wajah Mama sepertinya beliau sudah sangat kesulitan dalam hal mengingat, serta tidak paham dan mengerti lagi sedang ada acara apakah ini? selesai akad nikah Mama langsung dibawa lagi ke mobil dan selang beberapa waktu kemudian beliau agak kesal karena kebingungan nya datang tiba-tiba lalu minta diantar pulang.. • • meskipun Mama kini sudah tidak bisa ingat apa-apa lagi namun, kami percaya doa dan restu serta kasih sayang Ibu adalah sepanjang masa..

A post shared by Indonesian MUA | Youtuber ? (@aldoakira) on

 

 

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…