Udji Kayang Aditya Supriyanto Udji Kayang Aditya Supriyanto (Istimewa)
Senin, 18 Desember 2017 04:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi. Trump seenaknya menyebut Jerusalem adalah ibu kota Israel. Sejak itu kita tiba-tiba sumuk dan kembali mengingat Palestina.

Pernyataan Trump tentu menyakiti perasaan kita yang mengecam invasi Israel, atau tepatnya Zionis, terhadap Palestina. Situasi Palestina sangat gamblang. Rasanya kita pantas mengingat Lettre a un Ami Juif (Surat kepada Seorang Kawan Yahudi) yang ditulis penyair Ibrahim Sousse pada 1988.

Majalah Tempo edisi 12 Agustus 1989 menukilkannya untuk kita,”Kawan, bila bocah-bocah Palestina yang tak berdosa itu harus selalu berjatuhan dikoyak butir peluru keganasan orang Israel, ketidakacuhanmu sungguh merupakan pukulan terhadap diriku.”

Kita lantas beranjak ke Majalah Tempo edisi 1 September 1990, mengintip Rubrik Selingan dengan judul Melawan Intifadah dan Menculik Yasser Arafat. Kali ini yang dihadapi tentara Israel di Tepi Barat dan Gaza bukan lagi sel-sel gerilyawan seperti pada 1971, melainkan anak-anak Palestina yang menimpuk tentara dengan batu.

Kita boleh takjub, bocah-bocah Palestina memiliki kesadaran melawan invasi Zionis. Itulah intifadah, yang muncul di jalan-jalan di wilayah pendudukan sejak Desember 1987, yang sudah menewaskan ratusan orang?termasuk tentara Israel. Intifadah bocah-bocah Palestina menjadi gamparan epik yang direspons musisi-musisi di seluruh dunia.

Selanjutnya adalah: Di Indonesia kita mendengar Children of Gaza

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….