Kendaraan memadati ruas Jl. MT Haryono saat simulasi rekayasa lalu lintas proyek flyover Manahan, Solo. (M.Ferri Irawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 17 Desember 2017 17:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Jelang Pembangunan Flyover Manahan Solo Digelar 3 Hari

Dishub Solo berencana menggelar simulasi rekayasa lalu lintas jelang pembangunan flyover Manahan selama tiga hari.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo menyiapkan simulasi rekayasa lalu lintas lanjutan terkait pembangunan hingga operasional flyover (jalan layang) Manahan.

Simulasi itu kini tinggal menunggu koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu disampaikan Kepala Dishub Solo Hari Prihatno ketika dijumpai Solopos.com di sela-sela memantau car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Minggu (17/12/2017).

Hari mengatakan simulasi rekayasa lalu lintas akan dilaksanakan minimal tiga hari. “Kami berkaca pada simulasi pertama yang dilaksanakan satu hari dan ternyata membuat macet di mana-mana. Jadi satu hari itu tidak cukup,” kata Hari. (Baca: MRLL Disimulasikan, Ini Curhatan Warga soal Sulitnya Keluar dari Kemacetan)

Hari mengatakan saat ini simulasi rekayasa lalu lintas untuk proyek pembangunan flyover Manahan tengah dikerjakan tim Dishub. Namun demikian, Dishub masih menunggu koordinasi kembali dengan Kementerian PUPR untuk memastikan konsep simulasi yang disusun nanti karena disesuaikan pula dengan teknis pembangunan flyover.

Hari menambahkan simulasi lanjutan akan dilaksanakan sebelum proyek pembangunan flyover dikerjakan. “Selama belum tahu konsep pembangunannya, kami belum berani melangkah [simulasi]. Dalam waktu dekat, kami baru akan berkoordinasi dengan Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan [Pusjatan] dulu,” katanya.

Pemkot membutuhkan kepastian apakah jalan layang tersebut mulai dibangun dari sisi selatan atau utara perlintasan sebidang. Penentuan lokasi tahap pertama pembangunan jalan layang itu akan membantu penyusunan skenario pengalihan arus kendaraan selama berlangsungnya proyek. (Baca: Pembangunan Flyover Manahan Solo Molor hingga Setelah Tahun Baru, Ini Alasannya)

Sejauh ini sesuai perencanaan proyek pembangunan jalan layang Manahan tengah disiapkan pemerintah pusat. Kontrak pembangunan antara rekanan pemenang lelang dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Kemenpu PR ditargetkan ditandatangani maksimal 28 Desember 2017.

Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo meminta agar Jl. dr. Moewardi tidak ditutup total selama pembangunan flyover. Penutupan secara total dikhawatirkan akan melumpuhkan jalur perekonomian pertokoan di sekitarnya.

“Kami harus tahu dulu bagian mana yang akan dikerjakan dulu. Harapannya Jl. dr. Moewardi tidak ditutup total, misalnya sisi selatan rel dulu dikerjakan atau sebaliknya,” katanya.

Ari mengatakan ada beberapa pertimbangan dalam penyusunan rekayasa lalu lintas selama proyek flyover berlangsung. Selain mempertimbangkan pertokoan di Jl. dr. Moewardi, juga akses angkutan umum bagi sekolah di kawasan tersebut.

Ari berharap pengerjaan pada sisi utara rel terlebih dahulu. Dengan demikian selatan rel masih bisa dilalui kendaraan terutama angkutan umum.

Kondisi ini mempertimbangkan keberadaan sekolah di jalur tersebut. “Tapi kami tetap menunggu bagaimana teknis pelaksanaan pembangunannya. Baru kami menyusun konsep pengaturan lalu lintasnya,” katanya.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…