Minggu, 17 Desember 2017 02:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PEMBANGUNAN BANTUL
Rencana Tata Ruang di 2 Kecamatan Ini Masih Jadi Perdebatan

Pembahasan dua raperda yang dijadwalkan rampung pada 2017 ini dipastikan mandek

Solopos.com, BANTUL--Pembahasan dua raperda yang dijadwalkan rampung pada 2017 ini dipastikan mandek. Keduanya yaitu raperda rencana detail tata ruang kecamatan (RDTRK) Kasihan dan raperda tentang perubahan RDTRK Sewon.

Anggota Bapemperda DPRD Bantul, Gayuh Pramuditha membenarkan hal tersebut. Mandeknya pembahasan dua raperda tersebut salah satunya dipicu belum ada kesepakatan di tingkat panitia khusus (pansus).

Menurut Gayuh pansus kedua raperda ini meminta pembahasan RDTRK harus mendalam. “Bisa jadi dilanjutkan di 2018,” katanya, Jumat (15/12/2017).

Kendati demikian, politikus Partai Gerindra ini mengklaim target dalam bidang legislasi tercapai. Sebab menurutnya tidak sedikit yang telah disahkaan dari 28 raperda yang masuk dalam daftar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2017. Sebanyak 23 raperda di antaranya telah dibahas. Bahkan, Gayuh mengklaim beberapa tinggal menunggu pemberian nomor registrasi.

Wakil Ketua III DPRD Bantul, Arni Tyas Paluppi menambahkan opsi perpanjangan pembahasan dua raperda yang dijadwalkan pada triwulan dua ini juga tak membuahkan hasil.

Oleh sebab itu, ia mewanti-wanti Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) tak mematok target bidang legislasi terlalu tinggi pada 2018 mendatang. Bercermin dari mandeknya pembahasan sejumlah pembahasan raperda pada 2017. “Termasuk dua raperda tentang RDTRK itu,” katanya.

Politikus Partai Golkar ini juga menyarankan agar Bapemperda lebih selektif menentukan raperda apa saja yang bakal masuk dalam Propemperda 2018. Idealnya, raperda yang masuk dalam daftar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan tidak latah mengadopsi regulasi yang diterapkan di daerah lain.

“Takutnya banyak aturan tapi ternyata tak dapat diterapkan dengan baik,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…