Pengendara sepeda motor menerobos di kawasan city walk Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (17/12/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Pengendara sepeda motor menerobos di kawasan city walk Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (17/12/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Minggu, 17 Desember 2017 16:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

CFD SOLO
Ditegur Pengunjung karena Menerobos City Walk, Pengendara Motor Ini Malah Balik Marah-Marah

Seorang pengendara sepeda motor disoraki pengunjung CFD karena melintas di city walk.

Solopos.com, SOLO — Sigit Mulyanto, 30, warga Kerten, Laweyan, kaget mendengar bunyi klakson sepeda motor saat berjalan kaki di city walk Jl. Slamet Riyadi, Kemlayan, Serengan, Solo, Minggu (17/12/2017) pukul 07.35 WIB.

Pagi itu, acara car free day (CFD) di sepanjang Jl. Slamet Riyadi baru berlangsung sekitar 1,5 jam. Namun, sepeda motor masih berseliweran di city walk.

Sigit langsung memarahi pengendara sepeda motor yang menerobos kerumunan warga di city walk tersebut. Namun, seolah merasa tak bersalah, pengendara sepeda motor tersebut menghentikan laju kendaraannya dan berbalik memarahi Sigit. (baca: Makin Nekat, Pengendara Motor Masuk Jalur Cepat Slamet Riyadi dan Bahayakan Pengunjung)

Warga lainnya yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan dukungan kepada Sigit dan ikut memarahi pengendara sepeda motor itu. Menghadapi banyak warga yang emosi, pengendara sepeda motor tersebut akhirnya menggenjot laju sepeda motornya ke arah Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Solo. Tak lama kemudian pengendara sepeda motor dari arah Jl. Yos Sudarso menuju ke Jl. Slamet Riyadi dan menyeberang melewati city walk dengan menerobos kerumunan warga yang berjalan kaki.

Tindakan pengendara sepeda motor tersebut dapat membahayakan pejalan kaki di city walk. “Saya berani memarahi pengendara sepeda motor itu karena hampir menabrak anak dan istri saya,” ujar Sigit saat ditemui Solopos.com di city walk Jl. Slamet Riyadi, Minggu.

Sigit mengatakan sebenarnya Dinas Perhubungan (Dishub) Solo beberapa kali memberikan sosialisasi larangan pengendara sepeda motor masuk di CFD Jl. Slamet Riyadi. Pengendara sepeda motor yang berniat menyeberang harus mematikan mesin dan mendorong sepeda motor. (baca: Tim akan Menilang Pengendara yang Nekat Masuk Jalur Lambat Slamet Riyadi)

“Saya heran dengan tindakan pengendara sepeda motor yang merasa tidak bersalah meskipun menerobos kerumunan warga di city walk saat acara CFD,” kata dia.

Ia mengatakan city walk di perempatan Nonongan kerap dilewati pengendara motor yang hendak menyeberang Jl. Slamet Riyadi. Sigit berharap ada petugas Satpol PP, Linmas, Satlantas, dan Dishub Solo berjaga di city walk kawasan perempatan Nonongan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno, mengatakan kawasan city walk di perempatan Nonongan masuk kawasan yang sering ditemukan pelanggaran saat CFD. Pelanggaran tersebut di antaranya pengendara yang menerobos di city walk dan penataan parkir semrawut.

“Kami melihat kawasan city walk di perempatan Nonongan cenderung sepi dibandingkan di kawasan Plaza Sriwedari. Sepinya pengunjung justru dimanfaatkan pengendara sepeda motor untuk menyeberang,” kata dia.

Ia mengatakan akibat sering dilewati sepeda motor mengakibatkan city walk rusak. Dishub akan menempatkan petugas di lokasi tersebut agar tidak ada lagi pengendara sepeda motor menerobos city walk saat acara CFD berlangsung.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…