Upiak Isil (Youtube) Upiak Isil (Youtube)
Sabtu, 16 Desember 2017 06:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Nada Share :

Upiak Isil Tak Tun Tuang dari Minang Go Internasional

Upiak Isil penyanyi Tak Tun Tuang memang dekat dengan lagu berbahasa Minang.

Solopos.com, JAKARTA – Lagu kocak berjudul Tak Tun Tuang belum lama ini viral di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia. Lagu tersebut dinyanyikan orang asli Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia, bernama Upiak Isil.

Lirik yang kocak dan gaya bernyanyi komikal membuat lagu Tak Tun Tuang digemari banyak orang dari segala umur. Lagu tersebut merupakan kombinasi bahasa Indonesia dan bahasa daerah minang. Secara umum lagunya mengisahkan tentang perempuan yang masih merasa cantik meski belum mandi. Di Youtube pun lsudah ditemukan banyak cover lagu Tak Tun Tuang.

Viralnya lagu Tak Tun Tuang membuat Upiak Isil diundang di acara talk show Hitam Putih, Rabu (6/12/2017). Dalam acara tersebut Upiak menjelaskan dirinya kelahiran Bukittingi, namun pada usia 13 tahun harus merantau ke Pariaman, Sumatra Barat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Upiak mengaku sudah sejak usia 13 tahun itu ikut dalam organisasi organ tunggal. Lagu-lagu yang ia mainkan hampir semua berbahasa Minang dan mengandung unsur komedi. Saat dewasa Upiak sempat menjadi petugas di Puskesmas di Kecamatan Palupuh, Agam, Sumatera Barat, sebagai tenaga gizi.

Tak Tun Tuang sendiri bukan lagu asli ciptaan Upiak. “Sebenarnya lagu itu sudah lama ada. Penciptanya teman sendiri. Sebelum viral saya meminta izin kepada pemilik untuk memakai lagu tersebut dengan mengubah liriknya,” jelas Upiak di acara Hitam Putih.

Tak diduga-duga, lagu tersebut malah viral, bahkan awalnya lagu tersebut tidak viral di Indonesia, namun pertama meledak di Malaysia dan Thailand. “Saya dengar lagu Tak Tun Tuang, kebetulan saya lama tinggal di Sumatera Barat, jadi saya hubungi Upiak,” jelas Manajer Upiak, Rumhadi Rumnan. Kini lagu Tak Tun Tuang memiliki major label asal Malaysia tempat Rumhadi bekerja, MVM Music.

Ditelusuri Solopos.com, Jumat (15/12/2017), video klip Tak Tun Tuang diunggah di saluran MVM Music pada Rabu (29/11/2017). Sampai Jumat siang sudah ditonton lebih dari 6,5 juta kali.

Komentar-komentar positif di video klip Tak Tun Tuang pun bermunculan. Beberapa komentar dari berbagai negara mengungkapkan kalau Tak Tun Tuang viral di negara mereka.

“Saya tidak bisa berhenti mendengarkan lagu ini. Salam cinta dari Seou!” tulis Juice.
“Bahasa Padang Minangkabau laris manis di Malaysia,” tulis Kejar News.
“Salam cinta dari Nepal, terima kasih untuk terjemahan Bahasa Inggris,” tulis Naa Pitt.
“Lagu ini viral di Thailand selama beberapa bulan, lagunya memang bagus,” tulis JidtapadTK.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…