Sabtu, 16 Desember 2017 01:26 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Pendangkalan Laut di Cilacap Pasca-Gempa 7,3 SR, Warga Didorong Naik ke Gedung Bertingkat

Di Cilacap, warga didorong naik ke gedung bertingkat setelah ada laporan pendangkalan air laut pasca gempa 7,3 SR.

Solopos.com, SOLO — Peringatan potensi tsunami akibat gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) pada Jumat (16/12/2017) malam pukul 23.47 WIB belum dicabut. Meski demikian, kemungkinan terjadinya tsunami ini diprediksi kecil setelah gempa berlalu satu jam lamanya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, menyebutkan pihaknya tetap mewaspadai segala potensi bahaya pascagempa, termasuk kemungkinan tsunami. Namun menurutnya kemungkinan tsunami kecil kali ini di pesisir selatan Jawa kecil.

“Menurut kami kemungkinan terjadi tsunami kecil. Tapi yang berhak mencabut peringatan tsunami itu hanya BMKG,” kata Willem dalam wawancara via telepon yang disiarkan live di Kompas TV, Sabtu (17/12/2017) dini hari.

Namun, pernyataan berbeda diungkapkan oleh BPBD Jawa Tengah. Warga di Cilacap dan Purworejo diminta untuk naik ke tempat dan gedung yang tinggi untuk mengantisipasi potensi tsunami.

“Ada pendangkalan [tinggi muka air laut] di Cilacap. Kita dorong masyarakat untuk naik ke gedung-gedung bertingkat. Nanti kita tunggu keputusan BMKG seperti apa. Kita kontak pusat tsunami juga, juga Purworejo,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana via telepon yang ditayangkan Kompas TV, Sabtu dini hari.

Menurutnya, beberapa kabupaten masih melakukan pendataan korban dan dampak fisik pada bangunan. Ada laporan kaca-kaca bangunan pecah di Cilacap.

“Di cilacap ini kan masyarakat rata-rata tinggal di pantai, kita dorong naik ke tempat yang lebih tinggi. Ini masih dalam proses semuanya. Kalau seluruh gedung bisa menampung. Ada MOU pemerintah dengan seluruh pemilik gedung,” kata Sarwa.

Sedangkan untuk pendangkalan tinggi muka air laut kini masih diukur di Cilacap dan Kebumen. “Tapi belum ada laporan lagi sambil tunggu BMKG.”

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…