Aparat Polsek Sidorejo mendatangi rumah Pramono di Kampung Soka, RT 009/RW 007, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jateng, Kamis (14/12/2017). (Facebook.com-Polres Salatiga) Aparat Polsek Sidorejo mendatangi rumah Pramono di Kampung Soka, RT 009/RW 007, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jateng, Kamis (14/12/2017). (Facebook.com-Polres Salatiga)
Sabtu, 16 Desember 2017 20:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH TRAGIS
Ditinggal Istri, Pria Salatiga Hidupi 4 Anak di Rumah Sempit

Kisah tragis dialamai pria di Kota Salatiga yang ditinggalkan istrinya dan harus menghidupi empat anaknya di rumah sempit.

Solopos.com, SALATIGA – Pramono, 38, harus hidup dengan kisah tragis yang dipicu masalah kemiskinan yang menjeratnya. Pramono yang tinggal di Kampung Soka RT 009/RW 007, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) harus hidup di rumah kayu sempit dan menghidupi empat anaknya sendirian setelah ditinggalkan istrinya.

Kisah tragis itu kemudian mencuat di media sosial setelah pengelola halaman Facebook milik Polres Salatiga membagikannya, Kamis (14/12/2017). Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak Polres Salatiga, Pramono harus menghidupi empat anaknya setelah ditinggal istrinya empat tahun yang lalu.

Bahkan hingga kini, istri Pramono tak memberi kabar sama sekali kepadanya. “Anak empat paling besar SMP, paling kecil umur empat tahun, istri meninggalkan rumah sejak empat tahun tampa kabar karena kondisi kemiskinan,” tulis pengelola halaman Facebook milik Polres Salatiga.

Kisah tragis Pramono tak berhenti sampai di situ. Tempat tinggal Pramono bersama anaknya merupakan rumah sempit dengan dinding yang terbuat dari kayu. “Kondisi rumah ukuran 6×5 meter lantai tanah, dinding gedek [ayaman bambu] dapur tanpa sekat [dapur, ruang tidur, dan ruang tamu jadi satu],” lanjut pengelola halaman Facebook tersebut.

Sontak kisah tragis yan menunjukkan potret kemisikinan di Jateng itu mengundang perhatian dari warganet. Kebanyakan dari mereka merasa prihatin dengan kondisi hidup Pramono. Tak sedikit yang lantas mengaku berupaya mencari bantuan untuk Pramono, dari usulan bantuan ke dinas terkait hingga mendaftarkan Pramono dalam program bedah rumah dari salah satu stasiun televisi nasional.

Aparat Polres Salatiga menyatakan akan menghimpun data diri dan latar belakang Pramono agar lekas mendapatkan bantuan. Selain itu, pihak Polres Salatiga juga berharap masyarakat dapat bahu-membahu mengumpulkan bantuan kepada Pramono agar terlepas dari kisah tragis yang selalu menyelimutinya. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semrangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…