Mbah Mijan. (Istimewa/Instagram/ @mbahmijan) Mbah Mijan. (Istimewa/Instagram/ @mbahmijan)
Sabtu, 16 Desember 2017 20:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Gempa Guncang Jawa, Mbah Mijan Minta Pemerintah Gelar Doa Bersama

Mbah Mijan meminta pemerintah menggelar doa bersama.

Solopos.com, SOLO – Gempa bumi 6,9 Skala Richter (SR) mengguncang barat daya Pulau Jawa, Jumat (16/12/2017) malam pukul 23.47 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami terkait gempa itu namun akhirnya dicabut.

BMKG menyebutkan lokasi pusat gempa berada di 8,03 lintang selatan (LS) dan 108,04 bujur timur (BT). Lokasi pusat gempat tepatnya di 43 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 105 km. Bencana tersebut membuat warga di berbagai daerah mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) panik dan menuliskan beragam status soal gempa di media sosial.

Seiring dengan bencana tersebut, peramal sensasional, Mbah Mijan, meminta warganet tetap tenang. Melalui akun Twitter-nya, @mbah_mijan, dia meminta warganet lebih banyak berdoa hingga Januari 2018 mendatang.

Kicauan Mbah Mijan soal gempa Tasikmalaya (Twitter @mbah_mijan)

Kicauan Mbah Mijan soal gempa Tasikmalaya (Twitter @mbah_mijan)

Bismillahirrahmanirahiim, tetaplah tenang saudaraku. Insyaallah tidak ada tsunami. Marilah terus berdoa, berdoa, berdoa, hingga Januari 2018. Berdoalah terus, terus, terus, dan terus,” tulisnya, Sabtu (16/12/2017).

“Setop! Kalian tidak usah mencari cuitan-cuitan saya dan berdoa, berdoa, berdoalah saya mohon. Mari kita berdoa ramai-ramai. Apa kalian kira jika vision yang terlihat kejadian membuatku bangga? Justru sebaliknya saudaraku. Hati ini sangat sedih. Mari siap-siap basuh muka, ayo bangun,” sambung dia.

Mbah Mijan juga meminta pemerintah menggelar acara doa bersama. Menurutnya, acara tersebut sangat penting dilakukan saat ini. “Jika boleh saya meminta, saya ingin minta pemerintah Indonesia menggelar zikir bersama dan mengumpulkan jutaan manusia seperti aksi 212 dengan agenda doa tolak bala. Atau jika berkenan, NU mau mengadakannya. Saya ingin ikut,” saran Mbah Mijan.

Cuitan Mbah Mijan itu langsung mendapat beragam komentar dari warganet. Menurut mereka, berdoa harus dilakukan setiap saat, bukan hanya saat tertimpa bencana.

“Kenapa harus ditolak mbah? Menolak bukan berarti menghilangkan hlo mbah. Biarkan alam berproses terhadap yang semestinya. Semua akan menuju keseimbangannya,” komentar @ramadhan_irawan.

“Kita hidup dalam 24 jam itu kan pasti berdoa dengan cara masing-masing. Lah apa mesti doa khusus?” tanya @kopidarll.

 

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…