Sejumlah anak-anak melihat kambing-kambing mati karena serangan hewan misterius di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Minggu (10/9/2017). (IST/dok. Pemdes Purwodadi) Sejumlah anak-anak melihat kambing-kambing mati karena serangan hewan misterius di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus Gunungkidul. Minggu (10/9/2017). (IST/dok. Pemdes Purwodadi)
Sabtu, 16 Desember 2017 18:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Disorot Lampu Senter, Penyerang Kambing di Pakem Malah Mengejar Warga

Tiga kambing di Candibinangun, Pakem Sleman ditemukan mati secara misterius, Jumat (15/12/2017).

Solopos.com, SLEMAN- Tiga kambing di Candibinangun, Pakem Sleman ditemukan mati secara misterius, Jumat (15/12/2017).

Baca juga : 3 Kambing di Pakem Tewas Misterius, Seperti Ini Kondisi saat Ditemukan

Kandang ternak kambing gembel tersebut sebenarnya milik Guwarso warga yang tinggal di Jakarta. Pengelolaan ternak kambing tersebut dipercayakan kepada Supriyono.

Sehari-hari, kandang ternak tersebut ditunggu oleh Subardi,  warga Candirejo Candibinangun. “Jumlah ternak kambing yang dipelihara ada 93 ekor.

Kanit Reskrim Polsek Pakem Iptu Nasrudin menjelaskan tiga ekor kambing mati dan empat ekor lainnya mengalami luka akibat gigitan binatang buas. “Tapi kami belum berkesimpulan itu harimau atau bukan. Masih diselidiki,” katanya, Sabtu.

Menurut keterangan Subardi, penunggu kandang, sebelum ditemukan mati sekitar pukul 01.00 WIB dia mendengar suara anjing mengonggong yang tak kujur berhenti. Karena curiga, Subardi kemudian melihat situasi kandang ternak tersebut.

“Saya sekilas melihat ada binatang warna hitam. Seperti harimau jenis kumbang,” akunya.

Binatang itu kemudian disorot dengan lampu senter. Bukannya takut, binatang berkaki empat itu justru mengejar cahaya dari senter.

“Karena mengejar saya, saya lari ke arah rumah panggung di area kandang. Sampai situasi aman,” ceritanya di depan petugas.

Keesokan harinya, dia mengecek keberadaan ternak dan mendapati tiga ekor kambing betina sudah mati di luar kandang, dua ekor kambing terlihat bekas gigitan binatang buas pada bagian lehernya. “Satu ekor kambing hilang sampil (kaki kanan) sama bagian perut kambing sobek, bagian hati kambing ikut hilang,” katanya.

Subardi pun memberitahukan kejadian tersebut kepada Supriyono, Kadus Pakisaji Sumaryati dan Bhabinkamtibmas Desa Candibinangun Aiptu Sudirman.

“Kandang itu jauh dari pemukiman warga. Sudah ada pagar keliling tapi belum sempurna. Kami minta untuk diperbaiki pagarnya. Kalau ada kejadian serupa, kami imbau untuk segera melaporkan,” kata Sudirman.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…